Informasi

Media Massa Menjadi Garda Depan Cegah Hoax di Pilkada Serentak 2018




Seminar kehumasan

Pada Selasa, 5 Desember 2017. Humas Jawa Barat menyelenggarakan seminar yang bertemakan “Antisipasi Hoax pada Pilkada Serentak 2018 di Jawa Barat. Kegiatan ini diselenggarakan bersamaan dengan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan di Hotel Marbella Suites Bandung. Kegiatan yang digelar selama dua hari pada 5-6 Desember 2017 ini dibuka dengan kegiatan seminar yang dihadiri sejumlah wartawan, para penguji uji kompetensi wartawan, dan para jurnalis di perguruan tinggi (mahasiswa).

Kegiatan ini menghadirkan Deddy Mizwar (Wakil Gubernur Jawa Barat), Yayat Hidayat (Ketua KPU Jawa Barat), Hening Widiatmoko (Kadiskominfo Jabar) dan perwakilan pakar telematika selaku narasumber pada seminar tersebut.

Seiring semakin dekatnya Pilkada serentak 2018 di Jawa Barat yang diprediksi Ketua KPU akan ramai oleh berita-berita yang beresiko mengandung hoax. Untuk itu, diselenggarakanlah seminar tersebut. Kegiatan ini pun untuk memberikan pemahaman kepada wartawan bahwa pers adalah ujung tombak negara yang memiliki resiko paling tinggi dalam situasi politik tahun depan.

“Diharapkan para jurnalis bisa memberitakan kebenaran dengan cara yang benar kepada masyarakat,” ujar Wagub Deddy Mizwar.

Kadiskomifo pun menyampaikan bahwa semua pihak perlu hati-hati karena media mainstream sudah ditinggalkan dan bermuara pada media online. Hal ini akan menimbulkan konvergensi media dimana mengakibatkan perubahan modal bisnis, regulasi media, karakteristik audiens, budaya komunikasi, hingga budaya media ikut berubah.

Pada an akhirnya negara “semakin lemah” dalam komunikasi. Kadiskominfo pun menjelaskan bagaimana dampak hoax yang kini mulai marak akan begitu berbahaya karena dapat meciptakan kecemasan, kebencian, permusuhan dan perpecahan.

Sementara Ketua KPU Jabar berharap, Pilkada serentak Jawa Barat tahun 2018 ini dapat disambut dengan sukacita dan akan diselenggarakan dengan tertib. Seluruh pihak termasuk warga yang memilih pun turut senang hingga dapat berpartisipasi dalam pilkada tersebut.

Rencananya, dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2018  KPU akan menginisiasi penyelenggaraan tematik bagi setiap TPS yang ada di kampung atau daerahnya masing-masing. Seperti mendekorasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan tema piala dunia sepak bola, kebudayaan, kuliner dan lain-lain menyesuaikan dengan kondisi kampung atau daerahnya masing-masing.

Ketua KPU Jabar pun berharap penyelenggaraan Pilkada serentak Jawa Barat tahun 2018 dapat menjadi wisata politik bagi warga di luar Jawa Barat yang datang nanti. Harapannya, nilai jual pilkada tahun depan bukan didominasi dari konflik politik yang ada namun dari konsep hiburan yang ada.