Informasi

ECO Bambu Cipaku Gelar Pelatihan Vocational Skill Wirausaha




Pelatihan wirausaha di ECO Bambu Cipaku

Pelatihan kewirausahaan merupakan salah satu langkah terpenting untuk membangun dan mengembangkan ekonomi bangsa Indonesia. Salah satu masalah mendasar yang hingga kini menjadi tantangan terbesar bangsa Indonesia adalah masalah pembangunan ekonomi. Padahal pembangunan ekonomilah yang akan memberikan pertumbuhan dan kesejahteraan ekonomi suatu bangsa.

Wirausaha merupakan potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha itu sendiri. Dalam rangka menghadapi era perdagangan bebas, kita ditantang bukan hanya untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap bekerja, melainkan juga harus mampu mempersiapkan danmembuka lapangan kerja baru.

Membuka dan memperluas lapangan kerja baru merupakan kebutuhan yang sangat mendesak.  Dalam upaya membuka lapangan kerja baru, maka diperlukan pelatihan kewirausahaan bagi beberapa komponen masyarakat. Padahal suatu pelatihan kewirausahaan tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya manajemen, karena pada dasarnya kemampuan manusia itu terbatas (fisik, pengetahuan, waktu dan pelatihan) sedangkan kebutuhannya tidak terbatas.

Pada Selasa, 14 November 2017 berlangsung pelatihan vocational skill wirausaha cendol di ECO Bambu Cipaku. Menangkap peluang dengan potensi lokal yang ada menjadi dasar diadakannya pelatihan vocational skills. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Camat Kecamatan Cidadap Yasa Hanafiah, ST. S.Mi sekaligus membuka acara secara resmi.

Pada sambutannya Yasa Hanafiah, ST. M.Si mengungkapkan, “Kegiatan ini adalah salah satu media untuk memanfaatkan waktu luang ibu-ibu warga setempat yang sering menghabiskan waktunya menonton sinetron agar menjadi produktif dan membangun potensi yang ada. Memotivasi untuk menjaring dan mengembangkan kapasitas dari ibu-ibu agar mandiri dan kreatifitas. Dan kedepannya melahirkan program lain yang bervalue tinggi.”

Dr.  Jajat.  S.  Ardiwinata selaku dosen pengampu mata kuliah kajian andragogi Program Studi  Magister Pendidikan Luar Sekolah, Universitas Pendidiakan Indonesia (UPI), mengatakan bahwa kegiatan pelatihan vocational skill wirausaha cendol ini merupakan bagian dari aplikasi mata kuliah andragogi untuk mahasiswa sekolah pascasarjana UPI dan merupakan salah satu wujud pratikum yang real. Dari hasil indentifikasi awal sebelum diadakan pelatihan vocational skill, potensi yang ada disini adalah kuliner dan wisata, itu suatu hal yang berbarengan, serta memanfaatkan potensi  ibu-ibu dikawasan cidadap.

Mahasiswa sekolah pascasarjaana UPI diberikan keleluasaan untuk membuat program pelatihan vocational skill, dan akhirnya mereka menentukan pelatihan pembuatan cendol buat ibu-ibu PKK. Tentu ini adalah sebagian dari pemberdayaan masyarakat khususnya para ibu-ibu. Selanjutnya, ketua pelaksana acara ini, Ari Putra yang merupakan mahasiswa pascasarjana UPI ini mengungkapkan bahwa esensi acara tersebut merupakan suatu upaya peningkatan kemampuan wirausaha masyarakat, khususnya kaum ibu-ibu.

Hal ini dalam upaya menciptakan peluang bisnis dari makanan tradisional sehingga eksistensi makanan tradisional semakin dikenal sepanjang masa oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, pelatihan cendol ini merupakan solusi kongkret  untuk mengangkat dan mempopulerkan makanan tradisonal.

Penyampaian materi diawali oleh Bapak Asep Saepudin yang menjelaskan tentang pentingnya eduvalue, dimana sesuatu yang tidak berharga bisa ditambahkan beberapa inovasi yang selanjutnya menjadikan sangat bernilai. Beliau memberikan contoh dari pelatihan pembuatan cendol ini, dengan ilmu ini nantinya ada inovasi rasa yang ditambahkan ke cendolnya, ataupun packging yang diberikan sehingga akan menambah nilai jual dari cendol itu sendiri. Dan bukan sesuatu yang tidak mungkin nantinya minuman cendol ini dapat di ekspor ke Luar Negeri.

Acara dilanjutkan dengan kegiatan praktek pembuatan cendol yang dipandu oleh Bagja M. Ikhsan dari ECO Bambu. Praktik pembuatan cendol diikuti dengan sangat antusias oleh para peserta. Ada yang mencoba langsung dengan bahan dan alat yang sudah disediakan dan langsung minuman cendol dapat dinikmati saat itu juga. Kegiatan ini memberikan dasar kepada ibu-ibu PKK yang selanjutnya diharapkan memberikan peluang kepada ibu-ibu untuk dapat berkegiatan dalam menambah pemasukan keuangan keluarga.

Tidak lupa para panitia memberikan angket evaluasi kepada seluruh peserta untuk diisi, sebagai masukan buat kegiatan yang selanjutnya. Tanggapan peserta yang berjumlah sekitar 40 orang merasa antusias mengikuti kegiatan pelatihan ini. Acara diakhiri dengan makan siang bersama untuk menamsbah keakraban seluruh peserta dan juga panitia. Harapannya kegiatan seperti ini tidak berhenti disini saja, akan ada pelatihan-pelatihan selanjutnya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Penulis: Ari Putra, Ilva Maidia Wita, Dwi Indah Lestari, Muslikhah, Mutiah, Ramayana Rito