Newsticker

Inilah Empat Tuntutan Bobotoh untuk Persib




Demo Bobotoh di Graha Persib 17 Oktober 2017

Ribuan Bobotoh Persib memadati jalan di depan Kantor PT Persib, Jln. Sulanjana, Kota Bandung, Selasa, 17 Oktober 2017. Aksi Komunitas Peduli Persib Bandung tersebut menuntut manajemen, staf, dan para pemain bertanggung jawab atas kinerja Persib pada Go-Jek Traveloka Liga 1.

Persib sendiri hingga pertengahan Oktober 2017, tercecer di peringkat 11 klasemen sementara. Persib hanya mampu mengemas 37 poin, terpaut 22 poin dari klub Bhayangkara FC yang memuncaki klasemen.

Di lima laga terakhir Pasukan Emral Abus tak pernah menang, dengan memetik empat kali imbang dan sekali tumbang. Kekalahan terakhir terjadi di markas PSM Makassar, Minggu (15/10/2017), menyerah dengan skor 1-2.

Kedatangan Bobotoh disambut oleh Komisaris Persib, Kuswara S Taryono di depan Graha Persib, Jln. Sulanjana No.17, Bandung. Kuswara menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian dan aspirasi yang telah disuarakan Komunitas Peduli Persib. Selanjutnya, ia  akan menyempaikan ke seluruh manajemen, termasuk para pemain. Adapun terkait posisi Maung Bandung yang berada di klasemen sementara dan menjadi sorotan Bobotoh, mewakili manajemen, Kuswara menyampaikan permohonan maafnya.

Dalam aksi tersebut, ada empat tuntutan Bobotoh untuk Persib, di antaranya:
1. Meminta seluruh pihak di dalam tubuh tim, baik manajemen, staf pelatih, maupun pemain untuk memberikan pertanggung jawaban secara nyata terkait kondisi Persib yang saat ‎ini terpuruk di papan tengah klasemen.
2. Meminta manajemen Persib memperjelaskan situasi soal pelatih kepada yang menangani Persib. Pelatih diharapkan memang yang tepat untuk mengangkat prestasi tim.
3. Meminta agar manajemen, tim pelatih serta para pemain menyadari peran dan fungsi suporter sebagai salah satu srakeholder klub. Maka manajemen, tim pelatih maupun pemain diharapkan berperilaku lebih baik lagi kepada para suporter. Karena bagaimana pun sebuah tim tidak memiliki esensi tanpa kehadiran suporter.
4. Meminta seluruh pihak baik manajemen, tim pelatih, maupun pemain memiliki rasa malu dan menjaga nama baik dan na‎ma besar tim di kancah sepakbola nasional maupun media massa.