Newsticker

Dompet Dhuafa dan Disdik Jabar Gelar Talkshow Literasi




Talkshow Literasi Disdik Jabar

Pada Sabtu, 30 September 2017, berlangsung Talkshow Literasi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, komunitas-komunitas literasi seperti TBM ECO Bambu Cipaku,  Geliats Bandung, FTBM Jawa Barat, Infinity, KOMED dan lain-lain. Kegiatan ini dihadiri oleh 150 orang peserta dan para pegiat literasi.

Kegiatan talksow digelar di Aula BPPTK Lantai 3 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Kegiatan talkshow ini menghadirkan tiga narasumber yakni Nero Taopik (Founder Komunitas Ngejah), Euis Hasanah (Guru Teladan Jawa Barat), Hasanudin (Kepala Sekolah Penerima Program SLI), dan acara dimoderatori oleh Yulia Yulianti (Asosiasi Konsultan SLI).

Tujuan dari kegiatan ini pengenalan literasi kepada sekolah-sekolah di Indonesia khususnya Jawa Barat. Literasi merupakan kemampuan melek huruf/aksara yang meliputi membaca dan menulis. Tetapi, lebih dari itu literasi termasuk juga berbicara, menghitung, memahami, memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan. Nero Taopik menyampaikan gagasannya bahwa literasi sesungguhnya bukan hanya menulis tetapi juga menyimak.

Selain itu, literasi juga mencakup bidang lain yang berkaitan dengan berbagai fungai dan keterampilan hidup. Sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Lilis Rosita perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
"Ingin meningkatkan sumber daya manusia, agar menjadi anak-anak yang kompeten dan bersaing dengan negara lain. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk peningkatan itu," ujar Lilis dalam sambutannya.

Untuk dapat mengasah dan meningkatkan kemampuan literasi, Sekolah Literasi Indonesia (SLI) memberikan ruang sebebas-bebasnya bagi masyarakat di Indonesia yang ingin belajar.  Sasaran peserta didik dari SLI ini adalah anak-anak Indonesia, terutama anak-anak marjinal yang haus akan pendidikan. Hasanudin mengungkapkan gagasannya bahwa sasaran SLI mencakup empat wilayah pengembangan yaitu sekolah desa, sekolah kota, sekolah urban, dan sekolah beranda.
(Weny/Risma)