Newsticker

Penguatan Pendidikan Karakter dengan Permainan Tradisional




Launching Kaulinan Barudak ECO BAmbu Cipaku

Hari pertama Program Implementasi Penguatan dan Pengembangan Pendidikan Karakter Bandung Masagi melalui Kaulinan Barudak Lembur telah resmi dimulai pada hari Selasa, 22 Agustus 2017. Kegiatan ini berlangsung dua sesi yang diikuti oleh enam sekolah SMP  yaitu SMPN 8 Bandung, SMPN 50 Bandung, SMPN 53 Bandung, SMPN 4 Bandung, SMPN 20 Bandung, dan SMPN 28 Bandung.

Pada awal acara dimeriahkan pula oleh tampilan dari SMPN 8 Bandung yang menampilkan tampilan bertemakan kaulinan. Selain itu, terlihat beberapa bakat dari anak-anak terhadap kesenian khususnya alat musik kendang yang selama acara dijadikan pengiring.

Pembagian jadwal sekolah pada kegiatan ini didasarkan oleh kedekatan wilayah, sebagaimana yang direkomendasikan oleh pihak Dinas Pendidikan Kota Bandung. Pada pelaksanaannya, Disdik akan memfasilitasi mobilisasi peserta melalui bus sekolah yang nantinya akan membawa setiap sekolah menuju Sanggar Seni Budaya ECO Bambu Cipaku setiap hari Selasa dan Sabtu untuk 57 SMP Negeri yang ada di Kota Bandung.

Kegiatan ini mampu menumbuhkan kecerian dan kebersamaan diantara anak-anak, baik itu satu sekolah maupun berbeda. Solah, salah satu siswi SMPN 53 Bandung begitu senang mengikuti kegiatan kaulinan ini menurutnya ada banyak kaulinan yang baru dia coba dan meski ada beberapa permainan tradisional yang ia tahu sudah jarang dimainkan namun kegiatan ini membuatnya senang.

"Saya senang mengikuti kegiatan kaulianan ini, apalagi main lompat karet. Saya bermain boyboyan dan galah asin, ada juga surser dan cingciripit. " ungkap Solah di sela-sela kegiatan.

Para siswa yang mengikuti kegiatan ini didampingi oleh guru, seperti halnya yang dilakukan oleh Nanda salah satu guru Seni Budaya dan Keterampilan di SMP 28 Bandung. Nanda yang sempat hadir pada acara launching program ini pun menuturkan bahwa dirinya tak bosan bisa berkunjung lagi.

"Saya mendampingi anak-anak agar mereka lebih mengetahui makna dari setiap kaulinan, saya mendampingi 41 siswa dengan 3 guru pendamping lainnya," tutur Nanda. (SBR-003)