Newsticker

Pemkot Bandung Raih Dua Penghargaan Bakti Koperasi




Pemkot Bandung raih penghargaan bakti koperasi ke-70

Pemkot Bandung meraih pin dan piagam penghargaan Bakti Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) ke-70 tahun 2017 di Ballroom Hotel Karebosi Condotel Makassar, Selasa, (11/07/2017). Bakti Koperasi merupakan penghargaan Menteri Koperasi dan UKM yang diberikan kepada kepala daerah yang telah berperan aktif dengan berbagai upaya untuk menyukseskan pembinaan dan pengembangan koperasi dan UKM.

Pada tahun ini, pemberian penghargaan bersamaan dengan perayaan peringatan Hari Koperasi ke-70. Dalam kegiatan tersebut, 134 kepala daerah, tokoh masyarakat dan penggiat usaha bidang koperasi menerima penghargaan Bakti Koperasi dan Koperasi Berprestasi.

Mengembangkan koperasi 800 lebih koperasi
Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial dan Kepala Dinas Koperasi Erik M. A. Tauriq menerima penghargaan Bakti Koperasi dari Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Anak Agung Gde Puspayoga karena mereka berdua dinilai peduli serta mampu mengembangkan koperasi 800 lebih koperasi hingga sehat dan memiliki badan hukum di Kota Bandung.

Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial menuturkan, Pemerintah Kota Bandung selalu terus berusaha untuk meningkatkan kualitas perkoperasian di Kota Bandung. Nantinya, bukan kuantitas tetapi akan ditekankan segi kualitas dari koperasi-koperasi yang ada di Kota Bandung.

"Saat ini, ada 828 koperasi yang telah berbadan hukum di Kota Bandung yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung dan kita akan terus berusaha menyehatkan badan-badan serta lembaga koperasi yang ada tetapi belum sehat dan aktif, " tutur Oded.

Didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi Erik MA Tauriq, Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial juga menambahkan hal ini merupakan hasil kerja keras dari berbagai pihak yang turut memajukan perkoperasian di Kota Bandung.

“Penghargaan Bakti Koperasi yang saya terima ini merupakan hasil kerja keras kita bersama, termasuk para pengurus koperasi yang telah berkontribusi untuk pengembangan koperasi di Kota Bandung ,” ujarnya.

Memajukan ekonomi kerakyatan
Oded juga menambahkan dirinya berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi masyarakat di Kota Bandung dalam meningkatkan geliat serta semangat perkoperasian di Kota Bandung sehingga dapat memajukan ekonomi kerakyatan.

"Dengan diterimanya penghargaan Bakti Koperasi tersebut sebagai motivasi untuk meningkatkan dan menggiatkan koperasi di tengah-tengah masyarakat, terutama dalam hal meningkatkan kualitas koperasi yang ada ,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Kota Bandung Erik MA Taurik mengatakan dirinya menargetkan Kota Bandung memiliki setidaknya tambahan 40 koperasi aktif dan 37 koperasi sehat dalam waktu dekat dan pihaknya memiliki kewajiban untuk mendampingi dan memberikan pengawasan terhadap ratusan koperasi di berbagai bidang itu. Berbagai program dilakukan untuk mewujudkan koperasi, yang tidak hanya aktif, tetapi juga sehat.

“Kami menjalankan program-program pembinaan, pelatihan, bimtek, dan serangkaian upaya untuk menggemarkan perkoperasian pada geliat perekonomian di masyarakat,” tuturnya

Kriteria koperasi aktif dan sehat
Erik juga menjelaskan, ada beberapa kriteria agar koperasi tersebut dinyatakan aktif dan sehat. Koperasi dinyatakan aktif jika memiliki kantor koperasi dan memiliki aktivitas transasksi yang rutin dilakukan. Selain itu, anggota kepengurusan koperasi juga harus lengkap sesuai dengan ketentuan dan koperasi yang sehat ditandai dengan adanya Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang masih berjalan. Koperasi itu harus beroperasi setidaknya satu tahun buku. Aspek permodalan koperasi juga harus menunjukkan aktiva produktif.

“Koperasi sehat ini akan terus kami tingkatkan jumlahnya khususnya kami tekankan untuk unit simpan pinjam dan kopersi simpan pinjam. Sementara ini sudah ada 500-an koperasi sehat di Kota Bandung dan harapannya kualitasnya akan selalu meningkat,” tambahnya.

Erik pun mengatakan dirinya berharap geliat perkoperasian akan menjadi primadona nantinya di Kota Bandung, sehingga penguatan ekonomi kerakyatan akan kokoh.

"Dengan kuatnya perkoperasian di masyarakat akan memperkuat pula perekonomian di kalangan masyarakat sehingga selain memberikan pondasi bagi penguatan taraf ekonomi juga akan menjadi penyedia kesempatan usaha bagi banyak masyarakat," tutupnya. (Humas Setda Kota Bandung)