Newsticker

Dadang Naser Resmikan Gedung Pengungsian Program Masyarakat Tangguh Banjir di Dayeuhkolot




Dadang Naser Resmikan Gedung Pengungsian Program Masyarakat Tangguh Banjir di Dayeuhkolot

Kawasan Bandung Selatan terutama Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang biasa menjadi langganan banjir ketika Sungai Citarum meluap. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak Pemkab Bandung telah mendirikan gedung pengungsian.

Pada Selasa, 11 Juli 2017, Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, meresmikan Gedung Pengungsian Program Community Flood Resiliance (Masyarakat Tangguh Banjir) di belakang Kantor Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot.

Acara persemian tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua PB PMI pusat Letjen TNI. Purn. Sumarsono; Ketua PMI Jabar yang diwakili oleh Kol. Pol. Purn. Ruhanda, S.E., M.Si. ; Ketua PMI Kabupaten Bandung Dr. H. Ahmad Kustjiadi, M.Epid.; Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Nina Setiana; para kepala PD, Camat Dayeuhkolot Drs. Yiyin Sodikinm, M.Si.; Camat Bojongsoang Aep Muslim; Kepala Desa Dayeuhkolot Yayan Setiana, A.Md.; Kepala Desa Citeureup Entang Sudrajat; Kepala Desa Bojongsoang; Unsur PMI; Unsur Kepemudaan; Muspika Dayeuhkolot; Unsur Masyarakat dan lain-lain.

"Saya mewakili masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya warga Kecamatan Dayeuhkolot, sangat bersyukur dan berterimakasih atas perhatian PMI Pusat dan pihak Internasional, mudah-mudahan gedung ini tidak selamanya digunakan untuk singgah, semoga banjir bisa kita tangani bersama," kata Bupati Bandung.
Selain Gedung Pengungsian ini, di lokasi yang sama dengan anggaran dari APBD, pihak desa pun berencana membangun Puskesdes, pembuatan sumur dalam dan MCK komunal sebagai fasilitas pendukung.

Setiap tahun selalu mengalami bencana banjir
Bupati Bandung pun menyampaikan bahwa Kabupaten Bandung merupakan daerah bencana yang setiap tahun selalu mengalami bencana banjir, dan berada di peringkat ke 4 secara nasional dalam hal bencana. Menurunya, penanganan lingkungan sebagai upaya meminimalisir bencana, terutama bencana banjir, menuntut kesadaran masyarakat dalam perilaku untuk tidak membuang sampah sembarangan, disampaikan kepada masyarakat dan pihak pengusaha.

Gedung seluas 161 m2 di atas lahan seluas 4.960 m2 yang dibangun atas kerja sama Pemkab Bandung, PMI, International Federation Red Cross and Red Crisence dan Zurich Insurent ini, menghabiskan anggaran sebesar Rp. 486.939.000 dan diselesaikan selama 120 hari kerja yaitu mulai 1 Maret 2017 sampai 30 Juni 2017.

Gedung ini dilengkapi sarana air bersih, dapur umum, peralatan penerangan atau tanggap bencana, tenda, perahu, pelampung dan peralatan posko banjir.

"Pembangunan gedung pengungsian untuk mengurangi dan menghindari kesakitan masyarakat akibat banjir genangan di Dayeuhkolot dan sekitarnya. Ada sekitar 162 kk di wilayah Dayeuhkolot memiliki rumah satu lantai dan berada di bantaran Sungai Citarum yang rawan banjir genangan dengan ketinggian di atas 200 sentimeter," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Ahmad Kustiadji. (Kominfo Setda Pemkab Bandung)