Newsticker

Survei Indodata: Yossi Irianto Favorit Wali Kota Bandung 2018




Yossi Irianto favorit Wali Kota Bandung 2018

Keputusan Ridwan Kamil untuk mencalonkan diri dalam pilkada Jawa Barat Tahun 2018 tak pelak membuat banyak warga Kota Bandung resah. Prestasi dan kemampuannya membangun Kota Bandung menjadikannya sulit dilupakan warga Kota Bandung.

“Sampai saat ini, warga Bandung masih mencari-cari cinta, siapa yang layak meneruskan kinerja Ridwan Kamil? Namun warga Bandung sudah menemukan beberapa nominasi penerus,” ucap Danis T Saputra W, dalam keterangan Persnya, Selasa (13/06/2017).

Hasil survei Indodata memperlihatkan unsur birokrasi/ASN menjadi unsur profesi dari nominasi wali kota yang paling diminati warga Kota Bandung dengan persentase pilihan sebesar 26,7%, disusul profesi artis/presenter/pengusaha dengan 20,4%, tokoh agama menempati profesi ketiga dengan 17,2%, Tokoh kepemudaan 14,3%, Politisi 12,1%, lainnya 3,2% dan yang menjawab tidak tahu sebanyak 6,1%.

Survei ini merekam lima nama kandidat wali kota yang dianggap layak meneruskan Ridwan Kamil. Pada posisi pertama muncul nama Yossi Irianto dengan elektabilitas 28,3%, posisi kedua ditempati Oded M Danial dengan 25,7%, menyusul selanjutnya Ayi Vivananda dengan 12,1%, Gatot Tjahyono dengan 11,9%, Erwan Setiawan dengan 9,6% dan yang menjawab masih berpikir-pikir sebanyak 12,4%.

Pada posisi kandidat wakil wali kota, nama M. Farhan muncul dengan elektabilitas tertinggi yaitu sebesar 18,2%, posisi kedua ditempati Yayan Suherlan dengan 11,9%, menyusul setelahnya Haru Suandaru dengan 11,9%, Aris Supriatna dengan 11,9%, TB. Fiki Satari dengan 11,7%, Ricky Subagja dengan 10,7%, Teddy Rusmawan dengan 9,8% dan yang menjawab pikir-pikir sebanyak 13,0%

Menurut Danis T Saputra W, Survei ini dilakukan pada 1 Mei sampai 20 Mei 2017 di Kota Bandung. Survei dilakukan secara tatap muka dengan melibatkan 900 responden. Responden dipilih menggunakan metode multistage random sampling dengan margin error 3,27%. Survei ini menurutnya merupaka  survei awal dari rangkaian survei-survei yang akan dilakukan di Kota Bandung.

 “Warga Bandung memilih move on, daripada menyerah pada kejombloan, ini adalah awal yang baik untuk dinamika politik Kota Bandung” ujar Danis T Saputra W mengakhiri keterangan persnya.