Informasi

Pemkab Bandung Kembangkan Sekolah Ramah Anak




Sekolah ramah anak Kabupaten Bandung

Pemkab Bandung memprioritaskan semua Sekolah Ramah Anak (SRA). Selain untuk mencetak generasi cerdas, hal tersebut sangat penting karena menyangkut hak anak dalam pendidikan. Untuk itu Pemkab Bandung berkewajiban untuk memenuhi sisi akademik, perlindungan hukum, dan fasilitas yang mendukung tumbuh kembang, juga turut mendukung KLA.

Hal tersebut diungkapkan Daerah (Sekda) Ir. Sofian Nataprawira, MP saat acara Pelatihan Sekolah Ramah Anak, di Gedung Dewi Sartika Soreang, Rabu (31/5/2017). Sofian pun berharap agar semua pihak berkomitmen dalam mendukung SRA tersebut. Sebagai aparatur Kepala Sekolah, guru, guru Bimbingan Konseling (BK) serta tenaga kependidikan lainnya, lanjut Sekda agar dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, harmonis, peduli terhadap anak dan ada zona selamat sekolah (zebra cross).

“Saya harap semua berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, pendidikan tanpa kekerasan, tersedianya air dan fasilitas toilet bersih yang terpisah antara siswa laki-laki dan perempuan, sarana olahraga, kesenian dan ada ruang terbuka hijau,” tandasnya.

Pemantapan moral dan mental
Dalam upaya peningkatan kualitas SDM, kata Sekda dibutuhkan pemantapan moral dan mental. Peningkatan tersebut yakni sebagai salah satu output dari SRA, yang harus menghasilkan peningkatan kemampuan intelektual, keahlian, kesehatan, kemandirian dan kepercayaan diri dengan perhatian lebih pada anak-anak.

Dalam peningkatan bidang pendidikan, saat ini sudah ada 16 sekolah berbasis lingkungan, 6 sekolah pengembangan adipura, 2 sekolah model pesantren dan 1987 rintisan SRA yang terdiri dari 123 SD dan 75 sekolah SMP dan SMA,” pungkas Sekda.

Mewujudkan Kabupaten Bandung layak anak
Sementara Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) H. Hendi Aryadi Purwanto, SH.,M.Si mengatakan, sekolah ramah anak adalah hal yang penting untuk mewujudkan Kabupaten layak anak.

Menurutnya dalam pelaksanaan teknis dilapangan bisa dilibatkan juga Unit Kesehatan Sekolah (UKS) serta kantin sekolah yang sehat.

“Kami berharap kegiatan semacam ini akan dapat mewujudkan kabupaten layak anak. Maka dari itu para peserta yang terdiri dari 200 orang pendidik dan tenaga kependidikan dari perwakilan sekolahan dari SD hingga SLTA di 16 Sekolah, bisa mengimplementasikan hasil pelatihan ini bahkan mensosialisasikannya,” harap Dia.

Lebih lanjut dia menuturkan, tujuan pencapaian pendidikan adalah menghasilkan anak didik yang baik. Lingkungan sekolah sangat penting dalam mewujudkan sekolah ramah anak. Sasaran dari kegiatan ini sendiri adalah pelaku dunia pendidikan baik pendidik maupun tenaga kependidikan juga siswa termasuk didalamnya OSIS.

“Kita bersama komitmen untuk bersama-sama menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik untuk menghasilkan anak didik yang berkualitas. Tidak boleh ada kekerasan oleh guru pada murid, ataupun bullying,” pungkasnya. (Kominfo Setda Pemkab Bandung)