Newsticker

Gerakan Ayo Bayar Zakat di Lingkungan Pemkot Bandung




Ridwan Kamil di Masjid Al-Ukhuwah Selasa, 20 Juni 201

Setiap tahun, Pemerintah Kota Bandung selalu membagikan zakat kepada para mustahik di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Para mustahik tersebut adalah para pegawai operasional non-PNS.

Tahun ini, pemerintah kota bisa membagikan lebih banyak zakat kepada para mustahik. Ada 11.514 orang yang mendapatkan pembagian zakat dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung. Jumlah penerima tersbut meningkat dari tahun lalu yang berjumlah 7878 orang.

Gerakan Ayo Bayar Zakat
Nominal pembagian zakat pun bertambah. Tahun lalu, setiap orang menerima Rp200.000. Sementara tahun ini, jumlah uang yang diterima tiap orang meningkat menjadi Rp250.000. Sehingga, jumlah total pembagian mencapai Rp2.878.500.000, sementara tahun lalu hanya Rp1.575.600.000

Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil menyampaikan zakat yang diterima oleh para mustahik salah satunya merupakan hasil dari gerakan Ayo Bayar Zakat yang digagas Pemerintah Kota. Sejak gerakan itu diluncurkan, pendapatan zakat Baznas meningkat 6 kali lipat dibanding sebelumnya.

"Dulu, sebulan hanya Rp400 juta,sekarang naik 6 kali lipat jadi Rp2,4 miliar," ujar Ridwan usai membagikan zakat secara simbolis kepada mustahik.

Lebih luas dan lebih besar
Ia menambahkan, dengan pendapatan zakat yang lebih besar, Baznas bisa menyalurkan dana zakat jauh lebih luas dan besar pula. Lebih banyak orang yang bisa merasakan manfaatnya.

Ia bersyukur bahwa Gerakan Ayo Bayar Zakat yang juga dipermudah dengan penggunaan aplikasi di ponsel pintar bisa menambah keimanan warga Bandung.

"Indikator keimanan kan salah satunya meningkatnya zakat. Maka program ini mudah-mudahan bisa meningkatkan rasa keimanan kita yaitu membayar zakat sebagai bagian dari rukun Islam," katanya.

Pada pembagian zakat kali ini, penerima terdiri dari para petugas honorer, petugas gorong-gorong, termasuk petugas kebersihan di PD kebersihan. Ridwan mengatakan, momentum menjelang Idul Fitri ini penyaluran zakat dialokasikan untuk para pegawai tersebut.

"Kalau untuk elemen warga kurang mampu lainnya kan sudah tiap bulan juga ada," tutupnya. (SP)