Newsticker

Gedung Baru RSKIA Kota Bandung di Kopo Mulai Dibangun


Peletakan batu pertama RSKIA Kopo Bandung.jpg

Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil bersama Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial dan Dirut RSKIA Kota Bandung Taat Tagore meresmikan peletakan batu pertama pembangunan gedung Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung di Jalan Wahid Hasyim (Kopo) No. 311, Jumat (5/5/2017).

RSKIA Kota Bandung, menurut Ridwan Kamil, visinya memberikan layanan terbaik seperti standar Singapura yang mempunyai reputasi standar internasional. Selain itu, Ridwan Kamil pun berharap RSKIA di Jln. Kopo tersebut bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat yang kurang mampu.

Adapun dana pembangunan gedung rumah sakit tersebut terbagi dua tahun anggaran, saat ini Rp 160 miliar, tahun depan diperkirakan sama jumlahnya. Targetnya, RSKIA dekat Terminal Leuwipanjang tersebut bisa diresmikan pertengahan tahun depan. Pembangunan RSKIA tahap satu ini dilakukan oleh PT Adhi Karya (Persero), manajemen kontruksi oleh PT Sangkuriang dan perencanaan gedung oleh KSO PT Penta Rekayasa dan PT Pandu Persada

Saat ini Pemkot Bandung sudah memiliki RSKIA di Jalan Astana Anyar No 224. Kapasitasnya tidak terlalu banyak hanya 64 tempat tidur. Sementara  RSKIA di Jalan Kopo ini direncanakan merupakan rumah sakit berstandar internasional dengab luas lahan sekita 7433 M2 dan luas bangunan 45.000 meter persegi.

Menurut Direktur RSKIA Kota Bandung Taat Tagore Pembangunan RSKIA tersebut direncanakan memiliki 2 basement dan 13 lantai dengan rincian, basement 2 terdiri dari GWT, IPSRS dan instalasi​ jenazah, basement 1 untuk Gizi, kantin, gas medis, loker karyawan dan parkir.

"Sedangkan untuk lantai 1 terdiri dari laboratorium dan radiologi, lantai 2 untuk ruang poliklinik 28 dan farmasi, lantai 3 rehab medik, rekam medik dan ruang Hemodialisa, lantai 4 terdiri dari COSSS, NICU, PICU, CICU, ICU, dan HCU, lantai 5 Ok (8 kamar) dan ruang penunjang serta gudang farmasi, lantai 6 untuk ruang administrasi rumah sakit, ruang Diklat dan ruang pertemuan, lantai 7 untuk kamar bersalin dan ruang perinatologi, lantai 8,9,10,11 untuk rawat inap kelas 3,2 dan 1 serta lantai 12 untuk rawat inap VIP," jelasnya.

Secara keseluruhan, kapasitas tempat tidur sebanyak 523, terdiri dari kelas 3 sebanyak 144, kelas 2 sebanyak 132, kelas 1 sebanyak 64, kelas VIP sebanyak 29, perawatan intensif sebanyak 44, IGD sebanyak 35, kamar bersalin 30 dan Perinatologi sebanyak 45.