Newsticker

Sora Bobotoh: Optimalkan Penjualan Tiket Persib Secara Online




Pembelian Tiket Online Persib

"Dimana ada gula di sana ada semut", itulah gambaran bila Persib terutama main di kandang. Puluhan ribu Bobotoh dipastikan akan membirukan stadion. Apalagi bila laga Persib digelar saat di luar jam kerja dan dilangsungkan pada hari libur. Ditambah lagi kini magnet Persib semakin bertambah dengan hadirnya pemain sekelas Essien, Cole, dan Maitimo. Maka, tiket pun menjadi buruan para Bobotoh dimana saat dibuka beberapa jam pun dipastikan akan ledis alias laris manis.

Dan pada pertandingan pembuka laga Persib VS Arema FC di Go-Jek Traveloka Liga 1 Indonesia 2017, ada hal yang baru dalam sistem penjualan tiket. Tiket dijual secara online di website resmi persib.co.id. Sistem penjualan tiket secara daring tersebut memang sesuai dengan kondisi sekarang dimana para pengguna gadget sudah memasyarakat. Satu hal yang pasti, ini juga menjadi salah satu upaya untuk meminimalisir permasalahan percaloan tiket. Hanya dengan ketukan telunjuk, Bobotoh sudah bisa memesan tiket. Namun semudah itukah?

Pertanyaan, pernyataan, dan usulan Bobotoh terkait tiket online
Rupanya, penjualan tiket secara online tersebut masih banyak yang harus dibenahi. Tak sedikit keluhan dari para Bobotoh yang bisa diamati dari ragam komentar di akun resmi Persib, baik di halaman Facebook, Instagram, maupun Twitter.

Pertanyaan, pernyataan, dan usulan yang mengemuka di kalangan Bobotoh dari komentar-komentar di media online, jika disarikan di antaranya:
1. Ongkoh penjualan tiket teh online, tapi kenapa masih ada calo-calo yang jual tiket?  Penjualan tiket pun secara online pun masih terlihat "tanggung" yakni hanya sistem penjualan yang online namun tetap memakai sistem konvensional dalam penukarannya. Sistem pesan tiket memang bisa lewat internet dengan daftar dan memasukkan nomor identitas (KTP, SIM, dsb). Namun untuk penukaran tetap harus datang ke Stadion Siliwangi atau Grha Persib.
2. Penjualan tiket secara online lebih pada "urang Bandung sentris" karena penukaran harus dilakukan di kedua tempat tadi yang notabene mengharuskan pembeli tiket ngingkig ka Bandung. Bagaimana dengan Bobotoh yang di luar Bandung? Butuh waktu dan tenaga khusus untuk menyambangi kedua tempat penukaran tiket tersebut. Begitu pula penukaran yang disarankan dilakukan oleh pemesan langsung. Kalaupun diwakili harus dikuasakan dengan membawa surat kuasa plus kartu identitas si pemesan asli.
3. Namun, di sisi lain pihak penyelenggara masih memberi kelonggaran dengan adanya tiket yang dijual langsung (offline). Itu juga dibagi lagi dengan yang hanya berlaku bagi anggota resmi Persib. Pembelian tiket offline tentunya akan cepat habis dan belum lagi dengan oportunis seperti calo yang memborong tiket. Dan harga tiket dicalo dipastikan akan naik berkali-kali lipat. Inilah masalah klise urusan tiket Persib dari zaman dulu.
4. Bobotoh tidak semua anak muda yang paham internet, mun kolot kumaha?
5. Ada usulan tiket bisa dijual seperti penjualan tiket kereta api, dengan sistem jaringan di Alfamart, Indomaret, Kantor Pos, dll.
6. Sosialisasi penjualan tiket online lebih dioptimalkan.
7. Sejatinya ini merupakan terobosan baru yang patut diapresiasi. Hanya saja perlu ditingkatkan dalam urusan penjualan/distribusi maupun aksesnya. Bila perlu, Persib membikin website resmi khusus penjualan tiket di luar persib.co.id, layaknya penjualan tiket konser musik kelas dunia yang tidak bikin ribet.
8. Penggunaan gelang dan kode digital bagus, dapat meminimalisir pemalsuan juga bisa untuk dikoleksi Bobotoh. Namun dengan sistem barcode, Bobotoh pun diharap lebih smart. Jangan hanya karena geus meunang tiket terus we di-upload tanpa ditutupi barcode-nya. Tiket bisa saja dibajak dengan memanipulasi barcode yang asli tersebut.
9. Bobotoh sendiri dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dalam mengubah kebiasaan membeli tiket secara konvensional. Ragam alasan yang dilihat di komentar seperti masih keneh terlihat ogoan, misalnya tidak bisa beli tiket hanya karena tidak punya kartu ATM. Bukankah itu bisa disiasati dengan pinjam ATM saudara atau teman dan nanti diganti dengan uang cash? Pembayaran pakai ATM saja masih dibilang ribet, apalagi jika pakai PayPal.

Komentar Bobotoh terkait tiket online
- Komentar di Facebook
- Komentar di Instagram

Hak Bobotoh sebagai konsumen
Terakhir, memang tidak semua Bobotoh melek transaski via internet. Ini pula yang harus dipertimbangkan oleh pihak terkait (walau mungkin jumlah Bobotoh yang kurang melek internet terbilang kecil dibanding yang melek internet). Ya, mudah-mudahan nantinya penjualan tiket pertandingan Persib menuju lebih sempurna dan ada kenyamanan bersama, terutama bagi para Bobotoh yang dalam hal ini termasuk "konsumen" yang kontribusinya luar biasa bagi Persib.

Salah satunya mungkin dengan adanya dengar pendapat antara pihak Panpel Persib dengan perwakilan Bobotoh untuk evaluasi dan pembenahan urusan pembelian tiket secara daring ini. Bobotoh punya hak untuk bebas dari segala keribetan prosedur pembelian. Juga saat ingin lalajo tim kesayangannya, bebas dari harga tiket yang mencekik karena permainan calo.

Terkait pemalakan retribusi parkir di area GBLA dimana biaya parkir jadi melambung, Camat Gedebage Kota Bandung, Bambang Sukardi mengimbau para bobotoh untuk tidak ragu melaporkan jika ditemukan praktik pungutan liar di wilayah GBLA. Jika menemukan praktik pungutan liar, Bobotoh bisa melapor langsung kepada petugas keamanan. (SBR-001)