Newsticker

Rubin, Rumah Binaan Mahasiswa Berbasis Aplikasi Android




Aplikasi Rubin Rumah Binaan Bandung

Program Rubin (Rumah Binaan) digagas oleh Ketua Program Ruston Pirmansyah mahasiswa pascasarjana jurusan Sistem Informasi di Bandung. Sasaran program adalah kalangan mahasiswa yang tinggal di Bandung sebagai anak kos. Bentuk program adalah pembinaan mahasiswa dengan fokus mengkaji dan menghafal Al-Quran.

Program Rubin ini didukung oleh sistem aplikasi berbasis Android. Dua ciri khas yang diterapkan pada program Rubin ini tidak terlepas dari latar belakang aktivitas dan pekerjaan dari Ruston. Dia tercatat sebagai salah seorang pengurus Ma’had Usyaqil Quran (MUQ) yakni yayasan pesantren dengan spesialisasi pembinaan untuk menghafal Al-Quran. Ruston juga merupakan salah satu pengelola PT D'Santren yang bergerak di bidang konsultan IT dan membackup penuh pembuatan program berbasis aplikasi Android.

Rubin didukung oleh sistem dan SDM Yayasan MUQ yang berpengalaman dalam  pembinaan untuk menghafal Al-Quran. Secara khusus Pembina Yayasan Ustadz Muhammad Suhud Al-Hafidz memberikan masukan penting kepada Ruston saat gagasan Rubin didiskusikan oleh mereka.

Ustadz Suhud lah yang memberikan masukan untuk menjadikan program tahfidz Al-Quran sebagai unggulan Rubin. Yayasan MUQ siap berkontribusi sebagai pembina utama untuk program Rubin.

Pesantren penghafal Al-Quran
Selama ini MUQ menyelenggarakan pesantren penghafal Al-Quran dengan beasiswa penuh yang meliputi biaya pendidikan, biaya keseharian, biaya asrama, bahkan uang saku untuk para santrinya. Yayasan  MUQ membina sekitar 200 orang santri yang tersebar di Bandung dan Bekasi.

Para santri binaan MUQ menempati 16 rumah. Semua rumah yang digunakan para santri tersebut merupakan milik donatur yang diberikan kepada MUQ dengan status hak pakai untuk dijadikan pesantren  pembinaan para santri penghafal Al-Quran.

Rekan bisnis Ruston di PT D'Santren yakni H. Amris Pulungan yang  menjabat  Ketua Yayasan Ahlul Quran Indonesia juga memberikan respon yang luar biasa. Amris siap mendukung penuh untuk mewujudkan dan mensukseskan Rubin. Salah satu dukungan dari Amris adalah memberikan hak penuh kepada Ruston untuk menggunakan fasilitas PT D’Santren bagi kepentingan pengembangan Program Rubin.

Terkait dengan hal itu dibentuklah Tim IT D'Santren yang terdiri dari kelompok mahasiswa, pemuda, dan pengurus MUQ untuk membuat aplikasi Rubin, sistem informasi, website, dan media pendukung lainnya.

Bercermin pada pengalaman Yayasan MUQ, Rubin juga diarahkan untuk menggunakan rumah atau properti yang tidak digunakan oleh pemiliknya terutama yang terletak di Kota Bandung. Nantinya, di rumah-rumah yang diberikan hak pakainya kepada Program Rubin, para mahasiswa akan berada di dalam lingkungan kondusif yang mengajak pada ketakwaan. 

Dorongan dan Latar Belakang Gagasan Program Rubin
Pengalaman pribadi Ketua Program Rubin Ruston Pirmansyah saat kuliah di Bandung. Ruston pernah mengelola lingkungan rumah kos dengan menerapkan konsep Rubin untuk keislaman, manajerial, dan leadership berdasarkan kesepakatan bersama para mahasiswa yang terlibat. Pembinaan seperti ini dapat menciptakan lingkungan yang positif bagi mahasiswa dan bersama-sama berusaha untuk menjadi manusia saleh.

Setiap tahun Kota Bandung selalu dibanjiri para mahasiswa dari berbagai daerah. Hidup di Kota Bandung menjadi sulit, baik dari segi finansial maupun menghadapi dampak buruk dari pergaulan. Sebagian mahasiswa kesulitan mencari tempat kos yang ideal karena terbentur biaya atau lingkungan yang kurang tertata dengan baik. Harga sewa tempat kos dari tahun ke tahun cenderung naik yang menimbulkan kesulitan bagi para mahasiswa.

Memanfaatkan rumah kosong
Melihat dari data yang didapat dari berbagai media, baik media konvensional maupun media sosial, di Kota Bandung terdapat  ribuan rumah kosong yang kurang termanfaatkan dan kurang produktif  dengan status  murni dibiarkan tidak terpakai,  hanya sebagai aset properti, atau dalam proses untuk dijual.

Berdasarkan hasil penelusuran dari berbagai sumber dan media diperoleh data di Kota Bandung terdapat  sekira 10.000 rumah yang akan dijual. Katakanlah 10 persen dari rumah tersebut kosong, artinya ada 1.000 unit rumah yang tidak berpenghuni. Andaikan dari 1.000 rumah itu, 10 persennya bergabung dengan Program Rubin, artinya akan ada sekitar 1.000 mahasiswa yang dapat ditampung dengan catatan satu rumah dapat dihuni 10 mahasiswa. (Rilis Rubin)