Newsticker

Mulai Juli 2017, Kegiatan Sekolah Berlangsung Delapan Jam




SMAN 18 Bandung

Mulai tahun ajaran baru 2017-2018 (bulan Juli 2017) guru-guru harus delapan jam berada di sekolah. Hal itu dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat membuka Pameran Pendidikan dan Peluncuran Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Siswa Sekolah Dasar di halaman Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (27/4/2017).

Sabtu - Minggu libur
Menurut Mendikbud, seperti dilansir Antara, hal tersebut dilaksanakan perintah Presiden Joko Widodo berupa reformasi pendidikan dalam rangka revolusi mental. Dengan demikian, sekolah pun harus diselenggarakan minimum delapan jam. Sedangkan untuk Sabtu dan Minggu tidak ada kegiatan di sekolah kecuali untuk kegiatan-kegiatan tambahan seperti ekstrakurikuler, Pramuka, latihan kepemimpinan, dan kegiatan lain di luar jam dinas dari sekolah lainnya.

Namun Mendikbud meminta hal tersebut jangan disalahtafsirkan yakni seolah-olah nanti anak-anak berada di kelas selama delapan jam atau ditambah mata pelajarannya. Malah, mata pelajaran SD dan SMP nantinya cendereung akan dikurangi. Dengan adanya penambahan jam tersebut, jumlah kegiatan di sekolah akan semakin diperbanyak.

Guru dituntut lebih kreatif dan luwes
Untuk itulah, konsep cara belajar siswa aktif (CBSA) akan mulai diberlakukan. Hal tersebut agar pendidikan karakter bisa mulai berjalan secara optimal. Di sinilah perlunya kreativitas guru dalam memberikan pelajaran yang tidak monoton atau satu arah. Untuk pengembangannya, hal tersebut bergantung kondisi sekolah masing-masing. Artinya, guru dituntut untuk tidak kaku dalam menerapkan konsep belajar berbasis kreativitas dan pengembangkan karakter tersebut. Jangan sampai timbul kejenuhan dalam proses belajar mengajar.

Untuk penerapan pengembangan pendidikan karakter, Presiden telah mengamanatkan dalam Nawa Cita, porsi pendidikan karakter bagi siswa SD sebanyak 70 persen sedangkan yang 30 persen untuk ilmu pengetahuan. Adapun bagi siswa SMP, pendidikan karakter sebanyak 60 persen sedangkan penanaman ilmu pengetahuan sebanyak 40 persen. (SBR-001)