Newsticker

Hari Jadi ke-376 Kabupaten Bandung: Gelar Rampak Maca


Rampak Maca di Bale Rame 17 April 2017

Pengaruh kehadiran internet dengan makin akrabnya masyarakat, terutama generasi muda, terhadap media sosial semakin membuat budaya literasi tersisihkan. Untuk itu, perlunya digalakkan kebiasan membaca khususnya kepada generasi muda. Dalam menyambut Hari Jadi ke-376 Kabupaten Bandung, pada Senin (17/4/2017) digelar Rampak Maca Sabilulungan menuju Generasi Literat di Bale Rame Dome, Jalan Al Fathu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Rampak maca sendiri mempunyai arti "bersama-sama membaca".

Gerakan yang dipelopori Leader's Reading Challenge Kabupaten Bandung (LRCKB) ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca sejak dini. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Dadang Naser. Kegiatan untuk membudayakan kebiasaan gemar membaca ini dimulai dari sekolah SD hingga SMA dan diikuti hampir 4000 peserta.

Menumbuhkan budaya minat baca di Kab. Bandung
Dalam sambutannya, Bupati berharap agar para siswa bisa membaca beragam jenis buku melalui perpustakan keliling. Kegemaran membaca ini bisa diasah dengan membaca buku yang disukai seperti novel, sehingga berlanjut membaca buku lainnya. Menurut, Dadang Nasser, kebiasaan membaca bisa dimulai dengan bacaan-bacaan ringan seperti novel dan berlanjut ke buku-buku yang lain. Untuk mendukung budaya minat baca, Pemkab Bandung sendiri menyediakan perpustakaan keliling dan perpustakaan sekolah.

Kegiatan literasi ini dihadiri perwakilan dari seluruh sekolah yang ada di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung. Setiap peserta i yang hadir dalam kegiatan tersebut diwajibkan membawa buku dan membaca senyap dalam tiga termin yaitu 42 menit, 21 menit dan 10 menit.

Peserta melebihi target
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Juhana mengatakan,
"Membaca merupakan kewajiban yang melekat di diri setiap orang khususnya kaum Muslimin. Dengan membaca massal ini atau rampak baca untuk menumbuhkan budaya di kalangan siswa dan para guru."

Terkait jumlah peserta yang mendekati angka 4000, Juhana mengungkapkan bahwa ini sangat menggembirakan karena jumlah peserta yang hadir lebih dari target. Menurutnya, ini menunjukkan minat baca di kalangan pelajar sudah mulai semarak.

Di Kabupaten Bandung sendiri ada kegiatan membaca di setiap sekolah selama 10-15 menit sebelum berlangsung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pihaknya, menurut Juhana, juga memasang target setiap anak itu per tahun minimal harus membaca 24 buku.