Newsticker

Komik Gaya Baru: Komik Mendidik Edumant



Konsumsi bacaan saat ini sudah bermacam-macam. Kebutuhan akan bacaan yang valid dan mendidikpun menjadi kebutuh pokok. Bagi millennials yang selalu bersama gadget, bacaan yang ringkas dan dapet diakses lebih digemari daripada bacaan konvensional. Gap inilah yang dilihat oleh Education Laboratory (Edulab) dalam pembuatan komik Edumant.

Komik Edumant terbit setiap Jumat, di Instagram @edulab.id dan sudah sudah mencapai episode 11. Komik ini membahas hal-hal kecil yang kadang luput dari perhatian dan memiliki intisari di setiap akhir ceritanya.

“Dalam kehidupan, ada banyak kesalahan-kesalahan kecil yang sering kita lakukan setiap harinya, dan menurutku tentu kita perlu memperbaikinya. Komik Edumant yang saya buat, berusaha mengingatkan hal-hal kecil tersebut”, tutur Yulinda Karisman selaku komikus dari Komik Edumant.

Komentar dari akun @cahyoga: “Kalau lagi banyak yang bikin kita bete, bisa jadi Karena kitanya yang ngebetein sih. Harus banyak bercermin hahaha.” Komentar lainnya yang tak kalah “jleb”  hanya sesimpel “lucu tapi miris L”. Komen-komen tersebut menunjukkan urgensi akan bacaan yang tak hanya informatif namun juga dapat membuat pembaca merefleksikan diri.

Tema keseharian
Beberapa komik tersebut memang mengusung tema yang sering dijumpai di masyarakat. “Exactly, bisa hidup di negara yang tenang dan damai adalah suatu nikmat yang luar biasa. Mari jaga suasana yang indah ini edngan bersikap dewasa dalam bersosial media” salah satu komen dari akun @rony.prianto.nugraha

Edumant sendiri dibuat dengan berdasarkan pada bentuk semut. Semut dikenal sebagai hewan yang kreatif, dalam artian jika sebuah jalan terhalang, maka ia tidak akan menyerah dan berdiam diri, ia justru akan mencari jalan lain. Semut juga terkenal cepat dan gesit, ia juga visioner, menyimpan makanan yang cukup pada bulan-bulan tertentu agar dapat melalui musim tersebut.

Edulab merupakan perusahaan konsultan pendidikan yang mengedepankan pendidikan dan pendekatan intrapersonal, sehingga setiap siswa dapat mencapai potensi maksimalnya. Beberapa yang dilakukan oleh Edulab untuk melihat potensi siswa adalah dengan talents mapping maupun finger reading. Sejak berdiri pada tahun 2007, saat ini Edulab sudah memiliki 25 cabang di 12 kota. (Rizka Khairani)