Newsticker

AMS Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan




Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah empat pilar kebangsaan yang sejatinya menjadi perekat bangsa Indonesia. Namun, semakin hari empat pilar kebangsaan tersebut semakin terdegradasi.

Nilai-nilai luhur dalam empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan warisan para leluhur pendiri bangsa dan negara sehingga perlu dihidupi dan menjadi penuntun kehidupan berbangsa dan bernegara. Kondisi kehidupan berbangsa saat ini, seperti maraknya praktik KKN, tindakan asusila hingga konflik berlatar belakang SARA merupakan pengkhianatan terhadap empat pilar kebangsaan.

Kenyataan itulah yang menjadi panggeuing seluruh elemen bangsa untuk kembali memaknai empat pilar kebangsaan. Pada Rabu, (15/3/2017), Angkatan Muda Siliwang (AMS) menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan dengan mengusung tema  "Pancasila Sebagai Dasar dan Ideologi Negara".

Dihadiri Ketua MPR RI
Kegiatan ini merupakan kerja sama antara dan MPR RI. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai ormas, perwakilan mahasiswa, tokoh masyarakat, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, anggota DPD RI asal Sumedang Eni Sumirat, Ketua Kadin Jabar Agung Suryaman. Kegiatan ini yang digelar di Gedung Majestic, Jln. Braga no. 1, juga turut dihadiri ratusan kader AMS Bandung raya.

"Empat pilar kebangsaan harus disampaikan kepada semua elemen msayarat karena sudah terjadi degradasi kecintaan terhadap NKRI, " kata Ketua AMS Noery Ispandji Firman. Noery pun menambahkan, ia rela untuk terus keliling di ke daerah-daerah untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan kepada masyarakat. Ketua AMS tersebut pun menyampaikan apresiasi kepada Ketua MPR RI yang mau turun langsung untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan.

Mempertahankan NKRI
Sementara Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam pemaparannya menegaskan pentingnya mengenalkan empat pilar kebangsaan. Menurutnya, Indonesia memilik ragam suku, agama, dan budaya dimana satu sama lain harus memahami empat pilar kebangsaan agar bisa mempertahankan NKRI.

"Sebagai satu kesatuan bangsa, hendaknya kita perlu kembali memaknai empat pilar kebangsaan. Sebagai contoh, jangan sampai gara-gara Pilkada, hanya karena beda pilihan, beda agama, bahkan beda suku, mengapa sesama bangsa ini harus terus ribut?" papar Zulkifli.