Newsticker

"Ngariung di Cipaku", Silaturahmi Baraya Sunda


Potensi masyarakat Sunda dalam bidang seni budaya dan wirausaha sudah saatnya semakin diberdayakan dan dipromosikan. Inilah yang terlihat dalam event "Ngariung di Cipaku" yang digelar pada Minggu, 12 Februari 2017. Acara riung mungpulung yang digelar mulai pukul 11 siang tersebut dihadiri ragam kalangan dan menyajikan pergelaran seni budaya Sunda juga aneka permainan tradisional anak-anak.

Event yang digelar di Kampung Seni Budaya ECO Bambu Cipaku, Jln. Cipaku Indah XI, Kota Bandung tersebut juga menghadirkan beberapa stand UMKM se-Jawa Barat. Kegiatan ini sebagai wadah untuk silaturahmi sekaligus ajang promosi produk dan kamonesan para seniman Sunda.

Dihadiri komunitas-komunitas
Beberapa komunitas Sunda hadir di acara tersebut, di antaranya dari Komunitas Banyolan Sunda, Komunitas Iket, dan Komunitas Agus Agus Bersaudara Indonesia. Acara yang didukung oleh Disbudpar Kota Bandung, The Cipaku Garden Hotel, dan Karang Taruna Bandung tersebut cukup menyedot perhatian pengunjung.

Beberapa sajian di seni mampu memancing penonton untuk bergoyang, salah satunya dari tim musik arumba. Begitu pula saat Puri Emili, penari jaipong cilik ini mampu menghadirkan seni gerak tubuh yang memukau. Sementara, tawa penononton pecah saat grup lawak Simpang 5 yang dengan personel Ki Daus, Ceu Popon, Anton Abox, dan Jaja "Soulmate" hadir di atas panggung. Kelucuan demi kelucuan mereka suguhkan, dari tik tak dialog sampai mengacak-acak lagu menjadi suguhan yang penuh canda tawa.

"Event ini merupakan kerja bareng antara perwakilan dari komunitas-komunitas Sunda, sanggar-sanggar seni, para mahaiswa UPI, guru-guru, pihak Pemkot Bandung, juga dukungan dari pihak pengelola ECO Bambu sendiri,"  papar Irfan, salah satu perwakilan panitia.

Peluncuran Taman Bacaan Masyarakat (TBM)
Kegiatan ini, lanjut Irfan, mewadahi beragam potensi yang ada di masyarakat Sunda. Dalam event ini, para pelaku seni budaya, pegiat usaha (UMKM), murid-murid SD, hingga para pelawak berbaur dalam satu area di Kampung Seni Budaya dengan ciri khas bangunan serba bambu ini. Kegiatan lain yang dilaksanakan adalah acara milangkala (ulang tahun) ke-8 Komunitas Banyolan Sunda dan launching Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cipaku yang dikelola oleh para mahasiswa prodi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) UPI Bandung.

Selain aneka hiburan di panggung, di area lapangan terbuka pun terlihat puluhan anak-anak SD asyik bermain kaulinan barudak, dari jajangkungan, boyboyan, dan permainan tradisional lainnya. Para guru pun sibuk memimbing dan memperkenalkan aneka permainan kepada anak-anak tersebut. Sementara di area lain terlihat para pegiat usaha menjajakan produknya masing-masing, antara lain produk kaos, kuliner, merchandise, dan produk lainnya.

"Kegiatan ini Insya Allah akan kami selenggarakan rutin di kemudian hari. Event ini baru langkah awal untuk kami menyatukan aneka potensi di masyarakat di Jawa Barat. Ke depannya, kami agendakan menjadi event wisata yang kemasannya bisa lebih menarik para wisatawan lokal maupun mancanegara," kata Irfan.

Event ini pun diharapkan dapat menjadi wadah untuk kembali mengangkat dan menghargai khazanah Sunda. Salah satunya, untuk event lanjutan, tambah Irfan, akan diadakan penghargaan lifetime achievement kepada senimann-seniman dan tokoh-tokoh Sunda dan aneka pertunjukan seni budaya Sunda lainnya yang ada di berbagai daerah di Jawa Barat.

Tempat kumpul komunitas
Kampung Seni Budaya ECO Bambu Cipaku sendiri merupakan sebuah area di kawasan The Cipaku Garden Hotel, Bandung yang mengkhususkan pada wisata edukasi dan rekreasi dalam bidang seni budaya. Di tempat ini, biasa digelar aneka latihan seni budaya Sunda seperti angklung, pencak silat, arumba, dan lainnya.

Beberapa komunitas pun menjadi kampung wisata ini sebagai basecamp, salah satunya dari Komunitas Banyolan Sunda. Di sinilah tempat bertemunya berbagai elemen masyarakat yang mencintai segala hal tentang kesundaan. Untuk para wisatawan sendiri, di sini ada wisata edukasi yakni pelatihan membuat angklung dan anyaman.

Berkah promosi di media online, nama kampung wisata ini pun bahkan sudah dikenal sampai ke mancanegara. Beberapa wisatawan mancanegara seperti dari Francis, Spanyol, Amerika, Australia, Malaysia, Singapura, dan negara lainnya ada yang sengaja bertandang ke Kampung Wisata Seni Budaya ECO Bambu Cipaku.