Newsticker

Inilah Nama-Nama Pilihan pada Survei Pra-Pilkada Jabar 2018


Pada penghujung 2016 lalu, Indo Riset Konsultan telah melakukan survei terkait elektabilitas nama-nama tokoh yang menjadi favorit warga Jabar untuk naik jadi Jabar 1. Inso Riset Konsultan melakukan telah melakukan survei pada 19-25 Desember 2016 lalu.

Adapun metode yang digunakan dalam riset dengan metode wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Responden yang diambil sebanyak 1.200 responden di 27 kabupaten/kota. Sampel survei tersebut terdistribusi secara proporsional berdasarkan jumlah populasi dan jumlah pemilih dengan memperhatikan karakter desa/kota.

Tujuan survei untuk melihat tingkat akseptabilitas, popularitas, dan elektabilitas dari tokoh-tokoh kandidat gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2018.  Sementara penarikan sampel dilakukan secara acak menggunakan multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%.

Dalam survei, ada 16 nama diuji di antaranya: Bima Arya, Deddy Mizwar, Dede Yusuf, Dedi Mulyadi, Desy Ratnasari, Haris Yuliana, Iwa Karniwa, Maman Imanul Haq, Mochammad Irawan, Netty Prasetyani Heryawan, Nurul Arifin, Puti Guntur Soekarno, Ridwan Kamil, Saan Mustopa, TB Hasanuddin, dan UU Ruzhanul Ulum.

Survei tingkat elektabilitas
Untuk ukuran tingkat keterpilihan (elektabilitas:
1. Ridwan Kamil: 37,50%.
2. Deddy Mizwar (29,17%)
3. Dede Yusuf (15,25%)
4. Dedy Mulyadi (4,42%)
5. Desy Ratnasari (2,67%)
6. Bima Arya (1,67%)
7. Uu Ruzhanul Ulum (1,50%)
8. TB Hasanuddin (0,67%)
9. Puti Guntur Soekarno (0,58%)
10. Saan Mustopa (0,58%)
11. Netty Prasetiyani Heryawan (0,17)
12. Nurul Arifin (0,17%)
13. Haris Yuliana (0,08%)
14. Iwa Karniwa (0,08%)
15. Maman Imanul Haq (0,08%)
16. Irjen Pol M. Iriawan (0,08%)
17. Tidak tahu/tidak jawab sebesar 5,33%.

Faktor dan program
Indo Riset menunjukkan tiga faktor utama dipertimbangkan warga Jawa Barat dalam memilih gubernur mendatang, di antaranya
1. merakyat/perhatian dan melayani masyarakat (21,3%)
2. jujur/tidak korupsi (12,6%)
3. berkinerja bagus (8,4%).

Dari unsur tiga program prioritas
1. kesejahteraan rakyat (33,7%)
2. lapangan pekerjaan (26,3%)
3. pendidikan (20,9%).

Hasil survei tersebut baru gambaran yang ke depannya bergantung faktor dan kondisi lainnya. Ini menyangkut dinamika sosial, politik, kesiapan tokoh, dan faktor lainnya. Namun survei tersebut setidaknya memberi gambaran bagi warga Jawa Barat tentang siapa tokoh pilihan mereka. Sedangkan bagi para tokoh-tokoh tersebut tentunya masih banyak waktu untuk pertimbangan maju atau tidak maju dalam bursa kandiditat Pilkada Jabar 2018 mendatang.