Informasi

Tips Mengadakan Kegiatan Bazar di Lingkungan Masyarakat




Kegiatan mengenalkan potensi suatu wilayah bisa dilakukan dengan mengadakan bazar atau pameran usaha. Di Bandung sendiri atau di daerah lain, kegiatan ini biasa diselenggarkan dalam bentuk ajang culinary night, pameran Agustusan, atau pameran pembangunan. Konsep utama dalam pameran usaha berbasis kemasyarakatan ini skalanya lebih kecil (RT, RW, kompleks perumahan, desa, atau tingkat kecamatan).

Potensi usaha masyarakat seperti produk home industry, jasa layanan usaha, dan lainnya bisa dikenalkan dalam kegiatan bazar skala lingkungan masyarakat tingkat bawah tersebut. Untuk penyelenggaraan, konsepnya dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat dengan sistem paguyuban dan gotong royong.

Masyarakat bisa berinisiatif membentuk jaringan sendiri dengan memberdayakan segala potensi usaha yang ada. Dimana nantinya bisa diselenggarakan sebuah kegiatan pameran bersama yang bertujuan mempromosikan produk. Kita ambil contoh, jika di sebuah lingkuang RW ada keluarga yang mempunyai usaha makanan, kerajinan, atau jasa, bisa mengadakan pameran dalam bentuk pasar rakyat dengan kepanitiaan dari dalam.

Beberapa hal yang bisa dilakukan pertama kali adalah dengan membuat pendataan potensi apa saja yang bisa diikutsertakan dalam kegiatan pameran produk rakyat tersebut. Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengadakan event bazar di lingkungan masyarakat.

1. Bentuk jaringan
Buatlah komunitas atau jaringan komunikasi dalam wujud paguyuban dengan melibatkan ragam elemen. Ini bisa dilakukan dalam konsep rapat RT/RW, dimana setiap penduduk yang mempunyai potensi dapat dilibatkan dalam kegiatan pameran usaha ini. Untuk menjaring susunan panitia, bisa dilakukan dengan rapat di tingkat RT/RW misalnya. Sementara untuk pengisi stand, lakukan survei dan pendataan usaha-usaha apa saja yang telah ada di lingkungan masyarakat.

2. Persiapkan SDM sesuai keahlian dan kemampuan
Kenali sumber daya manusia yang mempunyai keahlian di bidang masing-masing. Ini untuk pembentukan kepanitiaan dan juga sukarelawan. Misalnya, bisa dipilih orang yang memang cocok jadi pemimpin; yang ahli komputer disuruh membuat proposal; tukang bangunan untuk membuat stand;  anggota Karang Taruna untuk bagian promosi; ibu-ibu untuk bagian konsumsi atau bendahara; hingga anak-anak muda yang senang memotret dijadiakn divisi dokumentasi.

3. Penentuan waktu dan tempat
Tentukan waktu yang tepat untuk mengadakan bazaar atau pameran. Misalnya pada hari Minggu, Agustusan, waktu anak-anak liburan sekolah, atau hari-hari menjelang Lebaran.

4. Penyiapan infrastruktur yang dibutuhkan
Persiapkan peralatan dan infrastruktur lain. Misalnya, untuk stand dan panggung tidak perlu menyewa. Yang menjadi peserta stand bisa ditarik iuran. Bisa juga sebagai modal awal dengan menggunakan kas RT. Jika tidak mau tanggung, gunakan saja proposal kerja sama dengan pihak lain (perusahaan atau lembaga pemerintahan).

Jalin kerja sama dengan desa, kecamatan, atau dengan institusi perusahaan lainnya. Ini akan menyemangati warga untuk antusias menjadi peserta atau datang belanja ke pameran. Untuk tempat pameran atau bazar bisa di aula, GOR, atau lapangan yang termasuk fasilitas umum di kompleks warga.

5. Jalin kerja sama dengan pihak lain
 untuk lebih menyebarkan promosi kegiatan yang dilaksanakan. Misalnya, dengan organisasi masyarakat (Ormas) atau dengan pihak tertentu. Bisa saja dalam kegiatan tersebut diadakan kegiatan bakti sosial, contohnya dengan adanya kegiatan khitanan massal, cek darah gratis, atau sumbang darah yang kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Jika perlu, undang pejabat pemerintah untuk membuka acara. Ya... untuk lingkup kecil misalnya Camat diminta untuk memberi sambutan. Ke depannya bisa pejabat atau tokoh yang lebih tinggi posisinya.

6. Sponsorship
Bila kegiatan ini bisa mendapat apresiasi, bisa lebih melebarkan sayap. Kita bisa mengadakan kegiatan dengan kerja sama dengan RW atau desa lain. Undang pula pihak perusahaan, misalnya bank, untuk meyakinkan bahwa para peserta stand layak untuk diberi kredit modal usaha, walaupun mungkin dalam skala mikro. Bisa saja pihak perusahaan atau bank diberi stand khusus agar ada komunikasi dan sosialisasi bagaimana bank/perusahaan bisa memberi ruang dalam kerja sama  modal.

Apalagi sekarang sudah banyak perusahaan yang bergerak dalam memberdayakan corporate social responsibility (CSR). Namun, jika kemitraan ini bisa terwujud, akses pemberian modal dan kredibilitas event bisa lebih profesional. Jika perlu, beri tema tertentu, misalnya: "Pasar Rakyat RT 08 Desa Sukamaju: Memberdayakan Potensi Usaha Warga."

7. Agendakan rutin
Jika kegiatan bazar/pasar rakyat ini bisa menjadi agenda rutin yang diselenggarakan tiap 1,  3, 6 bulan atau tiap tahun, bisa memberi nilai plus bagi perkembangan ekonomi masyarakat setempat. Dalam kegiatan seperti ini selain sebagai ajang silaturahmi juga menjadi bursa dagang, juga untuk menawarkan kerja sama usaha yang dimiliki setiap warga. Misalnya, warga yang bergerak dalam usaha barang kerajinan bisa mendapatkan akses untuk mempromosikan usaha.

Intinya, hal kecil bisa menjadi sesuatu yang besar jika digarap lebih serius. Paling penting adalah jangan sampai potensi ekonomi masyarakat mandeg hanya karena kurangnya media promosi. Mulailah jalin komunikasi dan komitmen bersama untuk mengadakan kegiatan bazaar, pameran, atau pasar rakyat di lingkup lingkungan Anda sendiri.

8. Hal lainnya
Untuk pendukung hal lainnya bisa dengan membuat formula pendukung kegiatan, yakni:
- Perlu adanya team leader khusus yang memang fokus untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Maklum saja, dalam ranah warga "beda kepala beda isi" dimana kadang pula biasa terjadi gesekan atau beda pendapat yang bila tidak dikelola dengan baik akan mengganggu pergerakan. Ini termasuk  juga perlu adanya sosok/tokoh masyarakat yang bisa menjadi penghubung antarwarga.
- Tentukan sekretariat, misal di kantor RT/RW, rumah penduduk yang tidak dipakai, atau tempat lainnya yang representatif sebagai basecamp.
- Membuat database wirausaha berupa produk dan jasa layanan, salah satunya dengan dibuat dalam bentuk katalog cetak yang dibagikan saat kegiatan.
- Untuk melebarkan promosi, profil kegiatan bisa dibuat dalam bentuk blog atau website yang ditunjang dengan akun-akun media sosial. Mintalah penduduk yang punya akun media sosial untuk turut serta menyebarkan kegiatan di lingkungannya tersebut.
- Untuk menampung dana yang ada, misalnya kelebihan dana bisa dibuat dalam bentuk uang kas atau koperasi warga.
- Akan lebih baik jika kegiatan yang dilakukan punya agenda keberlanjutan dengan cara evaluasi bersama dalam setiap kegiatan. Misalnya dengan menggunakan analisis SWOT apa kekurangan dan kelebihan dari setiap kegiatan yang diselenggarakan.
- Yang terpenting adalah aspek pemberdayaan. Dalam hal ini dari pemberdayaan sumber daya manusia/panitia, para pelaku usaha, para pelaku seni (untuk pengisi acara, misalnya), kaum muda/Karang Taruna, dan lainnya. Dengan demikian, semua yang terlibat punya peran dan sumbangsih sesuai kapabilitasnya masing-masing.