Newsticker

Headshot, Film Laga yang Ditunggu Penggemar Indonesia dan Dunia




Premiere film terbaru Iko Uwais ini ditayangkan di Toronto International Film Festival 2016 dalam program Midnight Madness. Headshot, film yang banyak ditunggu para penggemar film laga ini rilis pada Kamis (8/12/2016). Film penuh aksi ini berdurasi 115 menit ini merupakan produksi Screenplay Infinite Films yang merupakan joint venture Screenplay Productions dan Infinite Frameworks Studios.

Hingga kini, film Headshot sudah tayang di 25 festival film internasional termasuk di 36th Hawaii International Film Festival. Sementara pada Pada 13 dan 14 November 2016 lalu, film action ini diputar di 30th Leeds International Film Festival.

Beberapa pemain yang terlibat dalam film yang persiapan produksinya hanya memakan waktu tiga minggu ini, di antaranya: Chelsea Islan, Julie Estelle,  Zack Lee, Sunny Pang, Epy Kusnandar, David Hendrawan, Very Tri Yulisman, Ganindra Bimo, Joe Taslim, dan lainnya. Film ini sejak awal juga ditujukan untuk pasar internasional.  Film laga ini menyuguhkan aksi kolaborasi bela diri dari wushu, kungfu hingga pencak silat.

Film yang disutradarai Timo Tjahjanto dan Mo Brothers tersebut rilis di bioskop berbarengan dengan film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 (BTLDA 2). Namun jumlah penonton Headshot berhasil mengungguli Bulan Terbelah di Langit Amerika atau BTDLA 2. Berdasarkan data dari laman filmindonesia.or.id, pada Selasa, 13 Desember 2016 pukul 19.15 WIB, jumlah penonton Headshot sebanyak 333.327 sementara Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 mendulang 295.153 penonton.

Film Headshot pun sempat mendapatkan 32 layar tambahan untuk jaringan Bioskop XXI pada libur panjang akhir pekan kemarin. Sementara posisi ketiga dihuni film Cinta Laki-Laki Biasa dimana selama hampir dua minggu penayangan di bioskop telah ditonton oleh 211.835 orang.

Sinopsis Film Headshot
Bercerita tentang seorang pria yang amnesia dan terdampar di suatu tempat asing yang tidak ia kenali sama sekali. Ismail (Iko Uwais) menjadi hilang ingatan akibat hantaman di kepalanya yang masih misterius. Ismail kemudian dirawat oleh dokter muda yang sangat berbakat dan sangat telaten menangani pasiennya bernama Ailin (Chelsea Islan).

Ailin dengan sabar merawat Ishmael hingga akhirnya pada suatu ketika ingatannya kembali hadir dalam otaknya. Ingatan mengenai kekerasan di masa lalu yang dialaminya kini mulai menghantuinya seiring dengan kembalinya ingatan yang sempat hilang. Ia kemudian menjadi ‘mesin pembunuh’ yang mematikan saat harus berhadapan dengan seorang gembong narkoba yang sangat berbahaya.