Informasi

25 Sekolah di Kota Bandung Aplikasikan Edubox Bandung Smart School





Bertempat di SMP Negeri 1 Bandung, Jalan Kesatrian, Wali Kota Ridwan Kamil dan Dinas Pendidikan Kota Bandung meluncurkan Sistem Smart School bernama Edubox pada Selasa (01/11/2016). Inilah penerapan media internet bagi pendidikan di Kota Bandung. Sistem Smart School bernama Edubox ini dipergunakan di 25 sekolah di Kota Bandung. Dengan hadirnya Sistem Smart School bernama Edubox, baik siswa, guru, maupun orang tua bisa memantau kegiatan pendidikan.

Menghemat 30 Miliar
Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa dengan hadirnya sistem digital ini dapat menghemat anggaran sampai Rp 30 miliar. Menurut Emil, penerapan sistem ini akan dilakukan di semua sekolah di Kota Bandung pada tahun 2017 mendatang. Adapun 25 sekolah yang menjadi percontohan awal terdiri dari jenjang SD, SMP dan SMA. Kehadiran media IT di sekolah-sekolah tersebut mendapat dukungan dari Bank BJB sebagai eksperimen.

Sistem Edubox ini sengaja menggunakan sistem internet lokal di sekolah. Sehingga tidak akan terganggu oleh sejumlah faktor yang menghambat misalnya cuaca buruk. Menurut Kadisdik Kota Bandung Elih Sudiapermana, sekolah-sekolah yang menggunakan Sistem Smart School tersebut lebih dahulu dengan berbagai pertimbang,  Beberapa sekolah yang menjadi percontohan ini, beberapa di antaranya: SDN Banjarsari, SDN Soka, SDN Cicabe, SDN Cijambe 2, SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 7, SMPN 21, SMPN 40, SMPN 53, SMAN 2, SMAN 4, SMAN 10, dan SMAN 22.

Ada Aplikasi Anti-Mabal (Bolos)
Lalu apa saja fitur dan kelebihan yang dihadirkan dari Sistem Smart School bernama Edubox ini? Berikut ini fitur-fitur dan kelebihannya:
 1. Adanya aplikasi pendeteksi bolos sekolah (mabal).  HP siswa akan terdeteksi melalui GPS yang tersambung dengan server di sekolah. HP para siswa tersebut diregister di sekolah masing-masing.
2. Adanya aplikasi untuk guru membuat variasi soal. Dengan demikian, budaya menyontek di kelas bisa dihadang dengan aplikasi ini.  Siswa bisa mengerjakan soal melalui HP masing-masing.
3. Siswa tidak perlu beli buku mahal tiap semester pelajaran dan harus ganti-ganti lagi karena bahan ajar tersebut sudah tersedia di server.
4. Guru-guru sekolah tidak perlu lagi memeriksa ujian atau menulis rapor siswa dan bisa menghabiskan waktunya untuk menjadi motivator atau jadi sahabat murid-muridnya. Sistem tersebut memiliki 1/2 juta bank soal dan menghemat 40 milyar per tahun dari biaya ujian manual.
5.  Bagi yang tidak punya gadget akan dipinjami oleh sekolah.