Newsticker

PP PAUD Dikmas Jawa Barat Kembangkan Pembelajaran Online Kesetaraan Paket C




Perkembangan dunia digital dengan semakin majunya teknologi internet menjadi salah satu solusi dalam media pembelajaran. Dulu, telah berkembang e-learning dengan konsep belajar jarak yang jauh. Konsep pendidikan dengan media online ini sekarang semakin berkembang. Dengan hanya menggunakan perangkat PC/laptop atau gawai (gadget), peserta didik bisa mengikuti materi pembelajaran dengan interaktif.

Belajar Online: Memperkaya Pengetahuan dan Keterampilan Peserta Didik
Dalam pelaksanaan belajar sistem daring ini, tatap muka dapat dilakukan dengan video conference; model soal-soal ujian dengan basis aplikasi; membaca materi di e-book atau postingan di blog/website; hingga studi kasus dalam materi ajar bisa dengan penayangan slide foto atau pemutaran video. Inilah proses belajar interaktif dengan dengan memanfaatkan multimedia. Apalagi dengan sumber ajar yang tersebar luas di internet, ini akan semakin memperkaya pengetahuan dan keterampilan peserta didik.

Pengakuan terhadap lulusan pendidikan kesetaraan dalam berbagi bidang pekerjaan maupun penerimaan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi merupakan salah satu tonggak reformasi pendidikan kesetaraan. Pun demikian dalam proses pembelajaran dengan terbitnya Permendiknas Nomor 3 Tahun 2008 tentang Standar Proses, telah membuka wawasan banyak penyelenggara dalam mengimplementasikan tiga pola pembelajaran yaitu tatap muka, tutorial, dan mandiri.  Kegiatan pembelajaran dengan face to face secara konvensional pun kini mulai ada solusi lain dengan konsep online.

Pengembangan Model Penyelenggaraan Pembelajaran Online Pendidikan Kesetaraan Paket C
Inilah peluang yang ditangkap oleh PP PAUD Dikmas Jawa Barat.  Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD dan Dikmas) Jawa Barat, pada tahun anggaran 2016 ini mengembangkan “Model Penyelenggaraan Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) Pendidikan Kesetaraan Paket C”. Ini dilatabelakangi karena semakin mudahnya masyarakat mengakses internet yang ditunjang dengan ketersediaan gawai dengan spesifikasi lengkap dengan harga murah yang banyak dimiliki masyarakat.

Adapun konsep yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran online ini dengan video conference dan dipadukan dengan chatting; tutorial online melalui forum diskusi dan komunikasi melalui e-mail yang disediakan dalam aplikasi;  pembelajaran mandiri dengan kontrak belajar, tutor menyiapkan modul, media, soal-soal ulangan dan penugasan, berikut jadwal pengumpulan tugas dan jadwal ulangan melalui jaringan. Warga belajar belajar dapat mengunduh sesuai dengan jadwal dan waktu yang telah disepakati dalam kontrak.

Diperkaya dengan Media Pendukung dan Menuntut Inovasi
Dengan hadirnya pembelajaran yang memanfaatkan media online ini perubahan terjadi dari tatap muka di kelas menjadi tatap muka online. Lebih dari itu, ada media pendukung lain yang dihadirkan sehingga proses pembelajaran semakin mengasyikkan dan interaktif. Sebagai perbandingan, bukan hanya materi ajar untuk orang dewasa, di Google Playstore pun tersedia banyak aplikasi untuk membantu anak-anak belajar, seperti aplikasi belajar membaca, berhitung, mengenal warna dan bentuk, latihan menggambar, hingga soal-soal ujian.

Namun, hal ini pun menuntut pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran untuk tidak gaptek juga mampu menciptakan kreasi-kreasi media ajar berbasis online dan offline, seperti modul yang bisa diakses langsung maupun disimpan (save) dengan cara diunduh. Proses pembelajaran ini punya sisi keuntungan lebih realtime, menghemat biaya, juga efektif dan efisien dalam ketersediaan waktu dibanding belajar-mengajar secara konvensional.

Dalam praktiknya, program pembelajaran sisten daring ini dilengkapi dengan hadirnya website yang menyajikan informasi tata cara pembelajaran; profil tutor; bahan silabus; video/slide/gambar pendukung materi ajar; menu-menu aplikasi yang bisa diunduh; chat room; akun media sosial (misal group/halaman Facebook); kolom komentar; kontak e-mail untuk pertanyaan seputar materi ajar; kumpulan soal; info pengumuman; radio online; artikel-artikel seputar pendidikan pembelajaran Paket C; hingga aneka tips belajar memanfaatkan internet (misal cara membuat blog; memanfaatkan medsos untuk bisnis; dll).

Dengan demikian, peserta didik bisa berpikir lebih divergen dalam belajar dengan hadirnya ragam sumber pembelajaran yang ada di dunia online. Yang harus diperhatikan adalah agar konsep pembelajaran ini terarah dan terukur dan peserta didik semakin terampil dalam menggunakan dan memanfaatkan internet. Bila peserta didik sudah piawai, akan menemukan sumber-sumber lain di jejaring internet untuk lebih mendukung proses pembelajarannya. Dan tindak lanjutnya, bisa dengan diadakan pertemuan di dunia nyata (meet up) untuk membahas seputar pengalaman mereka dalam belajar melalui internet tersebut.

Standar Operasional Proses Pembelajaran
Sementara dalam pelaksanaan Pembelajaran Paket C Daring tersebut, tetap mengikuti standar operasional pembelajaran, seperti dengan pembuatan pemetaan Satuan Kredit Kompetensi (SKK) dan penetapan jadwal pembelajaran; pemetaan SK-KD; pengembangan silabus; penyusunan RPP; penyiapan bahan ajar; hingga evaluasi program. Sebagai pendukung, bisa juga turut dilibatkan para ahli atau komunitas yang berkecimpung di bidang pendidikan berbasis internet.