Newsticker

Ingin Mengadakan Event Pensi di Sekolah? Inilah Tipsnya




Salah satu contoh membentuk kerja sama dalam kegiatan kreatif siswa di adalah menggelar event pentas seni. Di sini dibutuhkan sebuah tim (terutama panitia) dan juga bagian-bagian lain, seperti guru, pegawai sekolah, dan juga perwakilan ekstrakurikuler. Suksesnya sebuah pertunjukan atau acara tidak lepas dari kerja keras beberapa orang kreatif yang tergabung pada sebuah tim. Mereka lebih dikenal dengan sebutan Event Organizer atau biasa dikenal dengan EO.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menggarap Pentas Seni Sekolah
Aktivitas EO bisa dikatakan gampang-gampang susah namun dapat melatih siswa untuk belajar menggarap kegiatan sekaligus belajar berorganisasi. Kegiatan pentas seni di sekolah sejatinya adalah kawah candardimuka bagi siswa belajar memunculkan potensi dan kreativitas. Bayangkan saja, dalam kegiatan event segala bidang harus dikerjakan. Dalam kegiatan pentas seni (pensi), siswa belajar banyak hal, antara lain belajar:
1. menulis (proposal, surat, poster, dsb);
2. berorganisasi dan kepemimpinan (adanya ketua, wakil, sekretaris, bendahara, dan divisi-divis kerja lainnya);
3. cara bernegosiasi (presentasi proposal, mendapatkan izin keramaian, hingga negosiasi ke pengisi acara);
4. desain dan promosi (bikin spanduk, kirim pengumuman ke media massa, hingga promos di dunia internet) hingga belajar dokumentasi untuk video shooting hingga memotret pelaksanaan kegiatan.
5. mengelola massa (penonton dan undangan tamu penting lainnya) juga mengelola emosi dan pikiran. Bayangkan saja ketika sibuk dari membuat konsep, pelaksanaan, dan juga hal-hal lainnya yang butuh konsentrasi penuh dan jiwa yang tenang plus kesehatan harus dijaga.
6. mengelola keuangan (dengan menghitung secara rinci pemasukann dan pengeluaran uang, sumber dana, hingga laporan pertanggungjawaban keuangan kegiatan.)
7. Ditambah lagi nilau plus lain yaitu belajar untuk bersosialisasi. Bagaimana ketika organisasi itu melibatkan banyak pihak; dari pihak sekolah, perusahaan selaku sponsor, bintang tamu, pengisi stand, undangan kepada siswa/alumni; sampai kerja sama dengan pihak keamanan dan penyedia listrik (PLN/tukang sewa genset). Ini baru beberapa manfaat positif dengan mengadakan kegiatan.

Di sinilah faktor persatuan dan kesatuan mesti dijaga dalam frame visi dan misi yang sama sesama panitia. Di sini dibutuhkan orang yang kuat nyali, tidak cengeng, cerdas, pemikiran visioner, dan mampu berpikir secara mendetail akan kebutuhan dan ancaman apa saja terhadap keberlangsungan acara. Kalau ujungnya mendapat penghasilan dari acara yang diselenggarakan? Tentu ini nilai plus juga, setidaknya para siswa yang jadi panitia sedang belajar membentuk wirausaha.

Bekerja Secara Profesional
Kalau panitia bisa mengemas acara yang menarik, tentunya semua pengunjung ke acara kita atau orang yang datang untuk menyaksikan acara tersebut dapat terpuaskan. Ini bukan hal yang gampang dimana butuh proses yang panjang dan langkah-langkahnya dituntut dikerjakan secara profesional. Panitia membutuhkan ide-ide kreatif sehingga acara yang dibuat tidak membosankan. EO membutuhkan banyak orang dengan ragam karakter yang punya satu tujuan dan mau saling bekerjasama. Apabila ketemu sama tim yang solid, semuanya jadi terasa lebih gampang. Di sinilah kalau menurut peribahasa Latin: Ubi amicia ibi opes "Di mana ada kawan di situ ada kekuatan."

Dalam satu tim tidak hanya mengandalkan orang yang otaknya jago saja, tapi lebih kepada kebersamaannya. Dalam EO kita butuh sama orang yang mau bekerja keras, tidak kenal waktu, pintar berkomunikasi, cekatan dan peka. Bekerja keras, karena dalam membuat sebuah acara sifatnya hanya sesaat dengan kata lain, untuk membuat sebuah acara satu hari penuh, kita butuh waktu persiapan tiga bulan, sebulan, dua minggu atau seminggu.

Dalam waktu itu, kita dituntut untuk bekerja keras melakukan persiapan sehingga ketika hari “H” semua berjalan lancar. Melakukan lobi adalah kunci utama, karena dalam membuat acara kita butuh dana, dan untuk mendapatkan dana tersebut, kita harus  mencari sponsor, diskusi dengan guru, atau teman-teman.

Membuat acara yang bagus, menarik dan berkualitas, dalam waktu yang relatif pendek, pasti kita tidak bisa main-main dan lambat. Semua harus cekatan mengurus banyak hal, mulai dari pembuatan proposal, mencari sponsor, menghubungi pengisi acara, promosi, membuat rundown (skenario) acara, konsumsi, peralatan dan masih banyak lagi yang lainnya. Dengan kata lain, untuk membuat semua itu berjalan dengan baik, selain dibutuhkan kerja sama tim yang solid juga di butuhkan ide-ide yang kreatif dan inovasi.

Menjalin Kerja Sama dengan Pihak Luar
Saat akan menggelar kegiatan, bukan hanya sinergi di dalam. Namun, panitia pun dituntut untuk bisa bekerja sama dengan pihak luar. Beberapa pihak yang terlibat di luar sekolah, misalnya penyedia jasa panggung, sound system, dekor, penyedia stand, pihak kepolisian, manajemen bintang tamu, perusahaan sponsor, hingga pihak media massa.

Untuk media massa, sangat penting untuk promosi event yang akan digelar. Apalagi zaman sekarang kekuatan media massa di internet pun tidak bisa dianggap remeh. Panitia bisa bekerja sama dengan para pengelola webs, blog, atau akun-akun media sosial yang jumlah followers-nya sudah banyak.