Informasi

Warga Miskin di Cadas Gantung, Cimenyan, Kabupaten Bandung Butuh Perhatian




Cadas Gantung, sebuah kampung kecil di Cikored, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung baru-baru ini mendapat perhatian media massa karena ada tragedi yang menimpa seorang nenek (Amah, 53 tahun) diketahui sakit 4 bulan terlantar tidak bisa berobat ke rumah sakit pada Jumat, 16 September 2016 lalu. Latar belakangnya karena soal kemiskinan.

Sekalipun sudah punya Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi kemiskinan keluarga tidak bisa berbuat banyak. pasalnya, penghasilannya tidak mencukupi untuk sekedar transportasi ke rumah sakit terdekat di Ujungberung, hanya berjarak 5 Km.

"Tetangganya tidak banyak bisa berbuat karena kemiskinan yang melanda mereka," kata Mudris Amin, seorang relawan yang tak sengaja menemukan Ibu Amah saat menyusuri Sungai Cisanggarung untuk pengambilan foto dari kawasan Situs Batu Templek.

Rumah Tidak Layak Huni
Cadas Gantung ini sebuah kampung kecil yang jumlah KK-nya hanya 13 dan terdapat 1 bangunan villa milik orang kota di pinggir kampung itu. Dari 13 KK tersebut, 3 rumah tergolong layak huni. Sementara 6 rumah lainnya masuk kategori rumah tua yang reyot, kumuh, dan bangunannya sudah rusak. Sedangkan 4 rumah lainnya lebih tepat disebut gubuk sempit.

Orang-orang bekerja sebagai buruh tani yang mengelola tanah milik orang kota, atau buruh galian batu di Curug Batu Templek. Sebagian kuli bangunan musiman. Penduduk berusia di atas 40 tahun rata-rata buta huruf. mereka yang berusia di bawah 40 tahun hanya lulusan SD, atau bahkan tidak tamat. Sekolah anak-anaknya terbengkelai karena jarak dan kemampuan finansial untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Terisolir
Kampung Cadas Gantung terisolir karena terpisah dari Kampung Cikored yang jaraknya sekitar 1 km. Akses jalan Raya dari Jalur Sindanglaya berjarak sekitar 2 km masih bebatuan terjal. Sedangkan akses jalan ke Jalan Raya Pasir Impun masih jalanan setapak. Kehidupan mereka kumuh. Kandang domba berdekatan dengan rumah mereka. Sarana mandi, cuci dan kakus memanfaatkan sungai yang jaraknya sekitar 400 meter dari kampung itu.

"Kepala Desa tidak pernah memperhatikan masalah ini secara serius. Tidak ada kabar Anggota DPRD dan DPRI-RI melakukan tindakan nyata untuk warga Cadas Gantung. Bupati, Gubernur? sama saja," kata Khoiril Anwar, seorang relawan dari Sarekat Muslim yang membawa Ibu Amah ke Rumah Sakit Hasan Sadikit Bandung.

Kondisi Nenek Amah di Ruang Kemuning 3 lantar 3 sekarang sudah membaik. Tetapi kondisi kemiskinan akut yang melanda secara kolektif di Cadas Gantung membutuhkan terobosan khusus yang tidak sekadar merenovasi rumah. "Kalau renovasi rumah itu mudah. Anggaran negara tersedia. Anehnya, Kades tidak membawa persoalan ke Camat untuk diteruskan ke Bupati. Ini harus ada usaha pendampingan ekonomi melalui pemberdayaan," kata Khoiril.