Newsticker

Semangat Warga Belajar Kesetaraan di PKBM Bina Cipta Ujungberung




Tahun ajaran baru menjadi awal pembelajaran juga bagi mereka yang mengikuti program kesetaraan Paket A setara SD, Paket B setara SMP, serta Paket C setara SMA.  Dengan berbagai latar belakang dan perbedaan usia, ternyata tidak menjadikan masalah buat mereka yang selalu semangat dan antusias dalam mengikuti pembelajaran kesetaraan ini.

PKBM Bina Cipta Ujungberung yang berada di Andir Kaler RT 6 RW 3 Cigending, Ujungberung, Kota Bandung. PKBM ini merupakan salah satu pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan dengan slogan "Menjangkau yang tidak terjangkau". PKBM ini berupaya memberikan layanan pendidikan bagi warga yang tidak berkesempatan mengenyam pendidikan formal dengan berbagai alasan. Ada anak usia sekolah yang putus sekolah karena kendala biaya, ada juga orang dewasa yang sudah bekerja, dan berbagai latar belakang yang lain.

Ilmu Pengetahuan dan Life Skill
Dalam pendidikan kesetaraan selain diberikan materi ilmu pengetahuan juga diberikan materi kecakapan hidup (life skill) melalui program kesetaraan Paket C vokasi yang orientasi pembelajaran diarahkan pada materi aplikasi perkantoran. Diharapkan, dengan adanya kecakapan hidup ini warga belajar akan mampu mandiri dan mampu menciptakan lapangan usaha bagi diri mereka sendiri. Adapun kecakapan hidup yang diberikan tergantung pada karakteristik tempat kegiatan pembelajaran berlangsung.

Pelaksanaan pembelajaran untuk pendidikan kesetaraan tersentral dalam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di setiap kecamatan. PKBM ini bisa membawahi beberapa kejar yang ada di tiap-tiap desa dalam kecamatan tersebut. PKBM memberilan layanan pendidikan kepada masyarakat dimulai dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), KF (Keaksaraan Fungsional), Paket A, Paket B, Paket C, dan KBU (Kelompok Belajar Usaha). Selain itu sebuah PKBM juga dilengkapi dengan TBM (Taman Bacaan Masyarakat).

Pembelajaran Lebih Luwes
Pembelajaran dalam pendidikan kesetaraan ini tidak bisa disamakan dengan sistem pembelajaran di sekolah formal. Pada pendidikan kesetaraan, sistem pembelajaran cenderung luwes sesuai dengan kesepakatan pada awal pembelajaran atau sering di sebut kontrak belajar antara penyelenggara PKBM, tutor dengan warga belajar. Hal ini dikarenakan mereka harus bekerja atau memiliki kesibukan lain. Sehingga waktu dan pelaksanaan harus di sepakati bersama.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh ketua yayasan bina cipta ujungberung bapak asep sabana di sela sela kesibukannya Selasa (8/9/2016) saat ditemui di tempat kerjanya.

"Warga belajar kesetaraan setiap pertemuan pembelajaran selalu bersemangat dan antusias, dengan usia dan latar belakang mereka yang berbeda membuat saya sebagai pendidik ikut belajar dari pengalaman pembelajaran kesetaraan ini," papar Rida fitriyani salah satu tutor Paket C.