Newsticker

Film "My Journey: Mencari Mata Air" Suguhkan Edukasi Lingkungan Hidup




Diam-diam salah satu film Tanah Air menorehkan ragam penghargaan di luar negeri. Adalah film "My Journey: Mencari Mata Air" yang sukses menyabet beberapa penghargaan di kancah internasional. Film arahan sutradara Joko Nugroho ini, telah meraih penghargaan dari Luar Negeri antara lain: Hollywood International Moving Picture Film Festival, USA, Maret 2016, Winner Cinematography, Fahmy J. Saad, Winner Music Score : Didit Saad, Winner Foreign Feature Film, Official Selection, Cordoba International Film Festival, Colombia, April 2016, Official Selection, Kids First Film Festival, USA, April 2016.

Film yang digarap oleh Vidi Vici Multimedia pimpinan Ully Sigar Rusady ini mengusung tema konservasi alam dan lingkungan hidup. Rencananya, film ini akan ditayangkan di seluruh bioskop Indonesia pada 1 Januari 2017. Ully Sigar Rusady, selaku seniman, pemerhati, dan aktivis lingkungan hidup dan Kemanusiaan sekaligus selaku Pimpinan Yayasan Garuda Nusantara menyatakan bahwa film layar lebar bertema lingkungan hidup untuk anak-anak dan remaja ini, dibuat karena kegelisahan dan kekuatiran atas punahnya beribu-ribu bahkan berjuta mata air di dunia.

Media Edukasi Lingkungan Hidup
Dalam jumpa pers di Jln. Anggrek, Bandung pada Kamis, (8/9/2016), sang produser Ully Sigar Rusady mengungkapkan film ini sebagai media edukasi anak-anak untuk peduli dan melindungi mata air dengan bahasa dan cara mereka. Film bertema lingkungan hidup ini dibintangi oleh artis-artis Fresh seperti Btari Chintia, Celine Wahyudi, Cindy Celine, Dwi Tasya, Godfred Oriendeod, Egy Fedly, Ully Sigar Rusady, Paramitha Rusady, Christopher V. Warren, dan Martina Tesela.

"Seperti kita ketahui bersama bahwa keadaan alam dan lingkungan kita mengalami banyak kerusakan karena bencana banjir, longsor, kebakaran hutan dan lain sebagainya. Menjadi sangat penting untuk mengangkat informasi kampanye publik yang diselaraskan dengan gerakan nyata untuk penyelamatan mata air di Indonesia yang terancam oleh kerusakan dan kepunahannya," ujar Ully Harry Rusady yang didampingi timnya.

Film Petualangan Alam
Film "My Journey: Mencari Mata Air" mengisahkan petualangan empat orang remaja putri (Btari Chinta, Celine Wahyudi, Cindy Celine, Dwi Tasya) yang berniat mengisi liburan dengan mengantarkan teman dari New York tertarik pada lingkungan hidup terutama mata air. Mereka menelusuri belantara dengan menggunakan naluri, ditambah lagi tanpa adanya pengawasan dari orangtua.

Banyak pengalaman yang mereka dapatkan selama perjalanan dilakukan. Salah satunya adalah terlibat dalam pencegahan kebakaran hutan yang dilakukan oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Mereka memiliki seorang sopir yang sangat membantu dalam menunjukkan jalan yang benar di tengah situasi sedang buruk. Sang sopir tersebut bernama Heronimus berasal dari Flores.

Sepanjang perjalanan, ada saja orang yang tak mereka kenali bersedia membantu perjalanan mereka menemukan mata air. Ki Barja, seorang yang mengabdikan dirinya untuk melestarikan hutan, bapak tua yang berasal dari desa. Bertemu dengan Maya and Friends, sekelompok aktivis peneliti capung yang berguna menjadi indikator untuk kemurnian air. Suatu ketika mereka harus singgah menuju desa adat. Di desa adat mereka bertemu dengan nenek Chinta bernama Bunda Ully. Selain itu, mereka juga bertemu dengan para relawan yang selama ini bertugas untuk menjaga kelestarian hutan.