Newsticker

Elin Suharliah Abubakar Dinobatkan sebagai Bunda Literasi Kabupaten Bandung Barat (KBB)




Gerakan budaya membaca kini terus digelorakan oleh pemerintah daerah. Hal ini dengan melihat realita di masyarakat dimana budaya membaca masyakat terbilang lemah. Belum lagi dengan serbuan aneka hiburan yang hadir di televisi hingga internet yang begitu mudahnya diakses melalui gadget.

Untuk itulah perlu dilakukan upaya bagaimana meningkatkan minat baca dengan membangkitan  minat baca masyarakat. Ini pula yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Dari 165 desa di KBB, saat ini sudah tersedia 50 desa yang memiliki perpustakaannya sendiri.

Untuk mendukung budaya literasi di masyarakat, bertempat di Lapangan Bela Putra Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung digelar Pameran Perpustakaan dan Bazar Buku Murah 2016. Event sosialisasi budaya literasi yang digelar 19-20 September 2016 ini diadakan oleh Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Bapuspida) Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Bandung Barat Abubakar dan istri, Elin Suharliah Abubakar, Wakil Bupati KBB beserta istri, Kabid Perpustakaan Bapusipda Jabar, para pejabat SKPD, wakil dari perguruan tinggi, para guru dan pelajar, dan perwakilan dari perpustakaan-perpustakaan.

Penobatan Bunda Literasi Kabupaten Bandung Barat (KBB)
Selain menghadirkan aneka perpustakaan dan bazar buku murah, dalam kegiatan ini istri Bupati Bandung Barat, Elin Suharliah Abubakar dinobatkan sebagai Bunda Literasi Kabupaten Bandung Barat (KBB).

“Dalam berbagai kesempatan selalu saya sampaikan agar budaya membaca di masyarakat meningkat, orang tua diharapkan bisa membimbing anaknya sadar membaca,” ujar Elin Suharliah Abubakar pada awak media, Senin (19/9/2016).

Sementara itu, Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat (BAPUSIPDA) Nenny MK mengatakan penobatan Bunda Literasi ini merupakan penobatan yang pertama di Jawa Barat, sebelumnya penobatan serupa hanya memakai nama Bunda Baca. Sedangkan penamaan Bunda Literasi ini memikiki makna yang cukup luas dibanding dengan nama Bunda Buku.

"Penobatan Bunda Literasi ini, bertujuan untuk mendorong minat baca yang saat ini masih rendah di Indonesia. Berbeda dengan Bunda Baca, Bunda Literasi bukan hanya bertugas membangun minat baca, tetapi juga menulis dan memahami isi bacaan masyarakat," tutur Elin. Ia pun mengungkapkan akan segera melakukan upaya masif menggelorakan minat baca di masyarakat Kabupaten Bandung Barat.