Newsticker

Sistem Navigasi Bencana Banjir Karya Dua Siswa SMKN 2 Cimahi Sabet Penghargaan di Tiongkok




Satu lagi prestasi anak bangsa yang sangat membanggakan bergaung dari sebuah sekolah di Jl. Kamarung, Citeureup, Kota Cimahi. Ialah Asep Muhamadyanwar Salim dan Muchammad Alfarisi dari SMKN 2 Cimahi memenangkan penghargaan Singapore Special Award dan Thailand Special Award dalam ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2016 di Harbin, Tiongkok. Kedua siswa tersebut menemukan alat yang bisa memberitahu masyarakat kapan banjir akan datang.

Kompetisi bergengsi yang berlangsung dari tanggal 16 - 20 Juli 2016 tersebut, diikuti oleh tujuh negara yakni Jepang, Taiwan, China, Singapura, Macau, Hong Kong, Indonesia, dan Malaysia. Sementara Alfa dan Asep meraih dua special award dengan karya temuan Flood Mitigation System.

Adalah Sistem Navigasi Bencana (Simina) Banjir yang menjadikan keduanya meraih penghargaan bergengsi tersebut. Alat ini berfungsi untuk menginformasikan level ketinggian air sungai dan memberitahukan kepada masyarakat bila banjir datang. Alat yang digunakan adalah lampu untuk indikator dan alarm. Ada juga sms dan telepon ke HP untuk memberitahukan banjir akan datang.

Cara Kerja Simina
Spesifikasi dan cara kerja alat ini yakni terdiri dari microcontroller system, panel solar, lampu sinyal berserta sirine, sensor tekanan dan GSM modem. Cara kerja Simina ini dengan memanfaatkan tekanan udara. Alat sensor tekanan diletakkan di sungai. Bila tekanan air naik maka sinyal itu akan disampaikan ke microcontroller system dan diteruskan ke lampu sinyal dan GMS modem.

Kalau air sungai naik kan ada tekanan/udara, akan diteruskan ke server. Server mengirimkan sinyal ke microcontroller untuk diolah dan diturunkan secara massal ke masyarakat. Pemberitahuan tentang tanda-tanda banjir bisa melalui 3 cara:
1 Lewat SMS
2. Telepon
3. Lampu indikator yang dipasangi alarm.

Untuk alur kerjanya, masyarakat terlebih dahulu harus mendaftarkan nomor telepon ke sistem. Bila nanti ada informasi akan disampaikan secara otomatis oleh alat GSM modem yang dihubungkan ke microcontroller.

Cara kerja via pesan HP yaitu sebelumnya nomornya harus diregistrasi dulu. Jika registrasi berhasil, langsung akan dapat SMS balik dari alat ini (GMS modem). Jadi tidak memakai operator. Masyarakat akan menerima SMS atau telepon bila kondisi air sungai sudah di level awas. Adapun alarm dan lampu indikator bisa dipasang di manapun sesuai kebutuhan.

Lampu indikator yang dipasangi alarm itu nyala setiap level. Ada indikasi level normal dan waspada warna biru, level siaga warna hijau, level awas warna kuning, alarm akan bunyi, masyarakat akan menerima SMS dan telepon masuk tapi hanya sekali. Adapun level paling atas warna lampu indikator merah, alarm akan berbunyi terus menerus dan masyarakat akan menerima SMS dan telepon berulang kali.