Newsticker

Ridwan Kamil Dukung MOS Tanpa Perpeloncoan




Bela negara, jaga budaya, peduli lingkungan, dan cinta agama merupakan dari konsep empat pilar "Bandung Masagi" yang menjadi ciri pendidikan di Bandung. Inilah wujud penerapan pendidikan karakter yang ditanamkan kepada para siswa di Bandung. Untuk itulah, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mendukung dan mengikuti instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan untuk menghilangkan perpeloncoan fisik saat masa orientasi siswa (MOS). Walau bertujuan untuk mendisiplinkan, model perpeloncoan sejatinya jauh dari manfaat dan lebih pada dominasi eksistensi antara siswa senior dan junior.

Selain siap mengikuti instruksi menteri 100 persen, Ridwan Kamil pun siap apabila sistem MOS harus diambil alih oleh pihak guru dan tidak lagi dikoordinir oleh siswa senior. Mengenai konsep pendidikan karakter model Kota Bandung ini, Ridwan Kamil dalam waktu dekat akan mengundang Anies datang ke Bandung. Ia berharap Mendikbud bisa memberikan pengarahan kepada pihak terkait, mengenai MOS tanpa perpeloncoan fisik ini.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menganggap perpeloncoan di Masa Orientasi Sekolah (MOS) atau Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru (PLSBSB) merupakan sisa dari kolonialisme. Anies menyerukan seluruh pihak sekolah agar bisa menghindari praktik berbau kekerasan ini.

Masa Orientasi Sekolah (MOS) yang seharusnya bertujuan untuk Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS), malah menjadi arena perpeloncoan. MOS harus kreatif, awasi ketat, dan jangan jadi ajang perpeloncoan. Kemendikbud pun mengeluarkan Peraturan Mendikbud (Permendikbud) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. Pada aturan tersebut tertulis elarang perlakuan berbau kekerasan. Selain itu, tertera juga agar sekolah tidak memberikan tugas yang tak masuk akal kepada peserta didik baru.