Newsticker

Peluncuran Program Jabar Tolak Kekerasan Digelar di Gedung Sate




Karena banyak terjadinya kekerasan belakangan ini terhadap anak dan perempuan, maka dengan dasar itu Jawa Barat meluncurkan program tolak kekerasan. Launching Program Jabar Tolak Kekerasan  ini dilaksanakan pada Senin, (18/7/2016) di halaman Gedung Sate. Salah satunya pengembangan program ini yaitu sekolah ramah anak. Latar belakangnya, karena sekolah dihuni oleh anak-anak yang terkadang justru menjadi sasaran kekerasan. Hal itulah yang menjadi salah satu sasaran untuk sosialiasi program ini.

"Anak merupakan anugerah bagi kita semua. Maka dari itulah, kita harus menjaga anugerah tersebut. Maka, untuk menjaga anugerah itu, Provinsi Jawa Barat meluncurkan Program Jabar Tolak Kekerasan," kata Gubernur Ahmad Heryawan dalam sambutannya saat memimpin Apel Besar Pencanangan Program Jabar Tolak Kekerasan.

Aher juga menambahkan dulu angka kekerasan di Jawa Barat termasuk paling besar. Namun kini angka itu menurun bahkan sekarang provinsi lain pun belajar pada Jabar dalam hal menangani kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Pada kesempatan tersebut Ahmad Heryawan membubuhkan sebuah kalimat terkait kampanye "Pencanangan Jabar Tolak Kekerasan" di atas sebuah spanduk putih bertuliskan "Kami Menolak Segala Bentuk Kekerasan".

Peluncuran Buku Saku
Acara launching ini dihadiri kurang lebih 2.000 siswa SMA se-Jawa Barat, perwakilan Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP), serta para pendamping sosial. Acara diakhiri dengan meluncurkan mobil-mobil sosial. Mobil-mobil ini nantinya akan membawa para pekerja sosial untuk mensosialisasikan Program Jabar Tolak Kekerasan.

Dalam kesempatan ini pun, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat meluncurkan buku saku Selamatkan Anak Kita, (Jabar Tolak Kekerasan). Buku tersebut di memuat materi tentang pola asuh, komunikasi keluarga, literasi media, dan kesehatan reproduksi. Netty berharap buku saku ini akan menjadi alat untuk sosialisasi Program "Jabar Tolak Kekerasan".

"Buku ini akan dijadikan alat untuk sosialisasi Program Jabar Tolak kekerasan. Di buku ini kita akan mensosialisasikan bagaimana komunikasi antarkeluarga, pola asuh, reproduksi, dan literasi media,"  ungkap Netty Heryawan, Ketua P2TP2A Jawa Barat.

Netty pun menambahkan untuk mensosialisasikan program ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua elemen masyarakat, dari mulai pemerintah tingkat provinsi, kota/kabupaten, para guru, dan masyarat luas

"Kita akan sosialisasikan program ini agar Jawa Barat menjadi provinsi layak anak. Kita akan sosialisasikan secara terus menerus di media dan memasang spanduk-sepanduk di sekolah-sekolah," pungkas Netty kepada seputarbandungraya.com.

Sementara itu, Asisten Kesejahteraan Setda Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi menambahkan, pencanangan “Jabar Tolak Kekerasan” juga bertepatan dengan momentum hari pertama sekolah tidak boleh ada Masa Orientasi Siswa (MOS) dan kekerasan terhadap anak.

Jika terjadi kekerasan, pihak korban bisa mendaftarkan kasus untuk didata dan diases untuk menentukan layanan yang paling sesuai dengan kasus yang dialami. Silakan kontak ke: (022) 4230609 atau tulis laporan di http://p2tp2ajabar.org.