Newsticker

Kunjungan Menteri Pertanian ke Desa Jatisari, Kec. Kutawaringin, Kab. Bandung




Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman melakukan kunjungan ke Desa Jatisari, Kec. Kutawaringin, Kab. Bandung dalam rangka Gerakan Peningkatan Luas Tambah Tanam dan Serap Gabah Petani. Dalam kunjungan pada Rabu (20/7/2016), Menteri Pertanian didampini Gubernur Jawa Barat  Ahmad Heryawan, Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan, Kasdam III Siliwangi Brigadir Jenderal TNI Wuryanto, serta jajaran terkait dari Kementerian Pertanian.

Dalam kunjungannya Menteri Pertanian, Amran Sulaiman berpesan supaya Kabupaten Bandung bersama Kabupaten lain yang ada di wilayah Provinsi Jawa Barat menjadi penopang beras terbesar untuk Jakarta, mengingat jarak antara Jakarta dengan Provinsi Jabar cukup dekat.

Amran menambahkan bahwa salah satu yang bisa dilakukan oleh pemerintah dalam menyejahterakan petani adalah meningkatkan produktivitas petani dengan berbagai bantuan.

"Produktivitasnya harus ditingkatkan, untuk produktivitas petani harus menggunakan teknologi. Pupuk subsidi juga sudah diberikan," tutur Amran.

Menambah Luas Tambah Tanam
Sementara itu, Provinsi Jawa Barat akan menambah luas tambah tanam (LTT) sebanyak 962.625 hektar untuk periode April sampai September 2016. Sampai bulan Juli lalu, target itu sudah terpenuhi 69,42 persen. Dari total target 2,1 juta hektare /satu tahun, baru 900.000 hektare tercapai.

Jawa Barat hanya mampu mencapai target sekitar dua juta hektare. Akan tetapi, setelah diadakan rapat koordinasi dengan Kementerian Pertanian, Jawa Barat, mendapat tambahan target LTT sebanyak 81.000 hektar untuk periode Juli-September. Sementara luas tanam di tiga bulan terakhir ini diperkirakan sekitar 350.000 hektar. Namun sebagai strategi, akan lebih ditingkatan di bulan Juli menjadi sekitar 187.000 hektare.

Sementara pada bulan Agustus tinggal 90.000-an hektare, September 60.000-an hektare. Perluasan lahan tersebut sengaja lebih dibebankan pada bulan Juli. Jika target belum tercapai, masih ada waktu mengejar ketertinggalan pada Agustus dan September.

Optimis Peningkatan Produksi Padi
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengaku optimis dengan peningkatan produksi padi tahun ini bisa tercapai. Pasalnya, dengan kondisi iklim kemarau basah yang terjadi tahun ini, musim tanam padi bisa dilakukan oleh petani selama tiga kali dalam setahun.

“Saya optimistis musim tanam tiga kali dalam setahun bisa tercapai dengan baik, begitu juga dengan penambahan luas lahan pesawahan. Kalau indeks pangan itu terjadi tiga kali dalam setahun, produktivitas dan produksi padi Jawa Barat akan meningkat,” papar Aher saat mendampingi Menteri Pertanian RI melakukan kunjungan di Desa Jatisari.