Newsticker

Kecelakaan Kembali Terjadi di Jalur Rel Kereta Api Cisangkan




Untuk yang ketiga kalinya dalam sepekan ini warga Cisangkan, digegerkan dengan penemuan mayat di perlintasan Kereta api KM 146, Cisangkan, Jln. Panembakan, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, pada Selasa (26/07/2016) sekira pukul 22.00 WIB.

Kali ini korban terdiri dari dua orang perempuan yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kedua korban terdiri dari Kinanti (19), warga Jalan Sentral, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara dan Mega (23) warga Kampung Sukarame, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

Hingga saat ini tercatat sudah empat orang meningga akibat tertabrak kereta api di lokasi yang sama. Dengan sederet peristiwa yang mengakibatkan kehilangan empat nyawa dengan korban keseluruhan berjenis kelamin wanita, akhirnya bermunculan mitos yang diungkapkan oleh masyarakat sekitar perlintasan kereta api Cisangkan.

“Memang lintasan rel di Cimahi itu rada horror. Banyak motor yang bannya selip lah, kepeleset lah, atau yang sudah masuk lubang, mesin motornya mati dan tidak kuat buat ngedorong keluarnya. Saya juga pernah berapa kali kepeleset di situ,” tutur Pandu Wicaksana.

Ada juga yang merasa takut untuk melintas di lokasi yang sering memakan korban tersebut. Bahkan tak jarang yang sengaja untuk memilih jalur lain untuk mencari aman. Sekarang perlintasan Kereta api Cisangkan menyisakan trauma yang mendalam untuk warga sekitar, terutama kaum perempuan karena selama ini yang menjadi korban seluruhnya berjenis kelamin perempuan.

‎”Biasanya setiap hari selalu melewati portal cisangkan jika bepergian, tapi sekarang aku trauma, karena selalu saja ada korban tertabrak kereta. Jangankan melintasi, nengok ke arah rel kereta saja sudah gak berani,” ungkap N'Chie selaku warga Cimahi yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian.