Newsticker

Inilah Solusi dan Bantuan dari Pemkot untuk Warga Jln. Stasiun Barat




Peristiwa pembongkaran kios-kios, warung makan, dan rumah tinggal warga di bagian barat Stasiun Bandung pada Selasa (26/07) oleh PT Kereta Api Indonesia(KAI), menyisakan duka bagi warga yang kehilangan bangunan kios dan tempat tinggalnya, dimana seluruh bangunan liar tesebut luluh lantah dihancurkan dengan menggunakan alat berat sehingga rata dengan tanah.

Sebanyak 57 kepala keluarga (KK) harus kehilangan tempat tinggal usai digusur PT KAI pada Selasa (26/7/2016) lalu. Eksekusi dilakukan karena PT KAI mengklaim lahan yang ditempati warga itumerupakan miliki mereka.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil gelar pertemuan bersama warga RT02/RW03 Kel. Kebon Jeruk, Kec. Andir, Kota Bandung  di Pendopo Kota Bandung, pada Jumat (29/07/2016). Pertemuan ini untuk mencari solusi setelah penertiban bangunan oleh PT KAI.

Dalam musyawarah bersama warga korban penertiban tersebut akhirnya menghasilkan beberapa solusi dan bantuan yang disepakati secara bersama, yang isinya adalah sebagai berikut:
1. Warga terdampak dibantu Dinsos dan kecamatan untuk masa transisi;
2. Bantuan upaya hukum kepada warga untuk permasalahan status tanah yang dianggap belum clear;
3. Membantu warga yang tidak memiliki rumah pascapenertiban untuk pindah ke apartemen rakyat di Sadang Serang atau di Rancacili;
4. Mengupayakan komunikasi ke PT KAI agar bersedia memberikan ruang usaha di lokasi area stasiun yang baik kepada warga terdampak dan sesuai regulasi;
5. Memberi permodalan kepada warga terdampak melalui mekanisme Kredit Melati, masing-masing maksimal Rp30 juta.

Dengan dihasilkannya beberapa solusi dan bantuan, pria nomor satu di Kota Bandung ini berharap bisa membantu memberikann solusi bagi warga yang terkena dampak penertiban  dan berikutnya kehidupan warga bisa kembali normal seperti sedia kala.

“Semoga upaya ini diberi kelancaran agar kehidupan warga kembali normal,” tutur Kang Emil.

Saat ini tengah dilakukan pendataan yang dilakukan Camat Andir. Wali Kota memastikan dalam sepekan warga yang tidak memiliki tempat tinggal akan segera direlokasi.