Informasi

Gabungan Ormas dan Masyarakat Sekitar Ikut Amankan Arus Lalu Lintas ke Tahura




Musim libur Lebaran tahun ini beberapa akses ke kawasan wisata di Bandung mengalami kemacetan. Ini bisa terlihat di kawasan wisata Lembang maupun Ciwidey. Namun, salah satu kawasan wisata di Bandung utara dalam libur Lebaran kali ini ada yang berbeda. Kawasan area Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda (Tahura) kondisi arus lalu lintas dan pergerakan pengunjung terhitung lancar.

Rupanya, pengaturan arus lalu lintas pada liburan Lebaran kali ini pihak Tahura mendapat dukungan dari para pemuda dan beberapa organisasi masyarakat (Ormas) yang ada di sekitar Tahura, sabilulungan ikut serta mengamankan arus lalin ke wilayah tempat wisata dekat Terminal Dago ini.

Adapun beberapa ormas yang ikut serta adalah: GADA AMS Pusat, DPC BBC, PAC Pemuda Pancasila, PK KNPI Cimenyan, dan Karang Taruna. Perwakilan Ormas dan para pemuda dikoordinir oleh GADA AMS Pusat yang digagas oleh salah satu anggotanya, Satria.

Mengatur Arus Lalu Lintas ke Tahura
Para perwakilan ormas ini membantu mengatur arus lalu lintas dari jalan utama Tahura (Jln. Ir. H. Juanda/Dago) sampai pintu masuk kawasan Tahura.

"Para perwakilan ormas dan pemuda ini membantu pengaturan arus lalin sebagai bentuk tanggung jawab atas kelancaran jalan di sekitaran kawasan wisata ini. Alhamdulilah, arus lalu lintas menuju Tahura lancar. Ya, walau hanya ada tersendat di jalan-jalan yang berlubang menuju Tahura. Selain itu, kondisinya yang sempit," ungkap Satria kepada tim seputarbandungraya.com.

Gerakan ORMAS ini juga dapat sambutan dan apresiasi yang baik  dari Kepala Balai Tahura Lianda Lubis.
"Saya sangat berterima kasih kepada rekan-rekan semua. Alhamdulilah arus lalu lintas menuju Tahura lancar," ungkapnya Lianda Lubis saat pertemuan bersama perwakilan ORMAS di ruangan kerjanya.

Lianda juga memberi apresiasi kepada para Ormas ini. Maklum saja, dalam mindset masyarakat umum Ormas kadang mendapata pandangan stereotipe yang dianggap kurang baik. Tapi ternyata Ormas-ormas ini bisa kerja sama secara sukarela dan bahu membahu dengan masyarakat dalam upaya pengamanan Tahura.

Lianda pun berharap kerja sama ini bisa berjalan terus ke depannya. Ormas dan masyarakat bisa merasa memiliki sehingga keberlangsungan konservasi dan sumber daya alam yang ada di kawasan objek Tahura  bisa terus digali. Hal ini terkait dengan  sumber potensi-potensi yang ada di Tahura sendiri untuk kemakmuran warga masyarakat sekitar.

Simbiosis Mutualisme
Memang, sebagai salah satu tempat wisata unggulan di kawasan Bandung Utara, Tahura bisa dikembangkan lebih maksimal. Hal ini menyangkut kenyamanan dan keamanan wisatawan yang berkunjung ke sana. Selain itu, ada juga sisi pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, tidak akan timbul konflik atau gesekan horizontal karena perbedaan konsep pemikiran akan tempat wisata yang dikelola Pemprov Jabar ini.

Banyak potensi wisata di Tahura yang sebetulnya bisa lebih dikenalkan pada wisatawan lokal maupun mancanegara. Hal ini selain kerja sama dengan ormas dan masyarakat sekitar, pihak Tahura pun sedang mengembangkan jalinan kerja sama dengan media massa, baik media konvensional maupun online.

Begitu pula dengan potensi pengenalan objek wisata Tahura di media sosial dilakukan melalui jalinan kerja sama dengan para netizen di media sosial (instagram, facebook, twitter, dsb.). Hal ini terlihat dengan semakin trending-nya info tempat wisata Tahura di media sosial. Salah satunya, spot andalan di Tahura yakni Tebing Keraton yang belum lama ini diresmikan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.