Informasi

Agar Lebih Menarik Wisatawan, Curug Bugbrug Akan Dibenahi Pihak Pengelola




Kabupaten Bandung Barat memiliki banyak tempat wisata alam, baik yang sudah dikelola maupun yang masih dalam tahap pembebasan lahan, Salah satunya adalah Curug Bugbrug yang berada di wilayah Kertawangi, Cisarua, Kab. Bandung Barat. Curug ini semakin dikenal terutama para pelancong yang sedang bertualang di alam terbuka. Walau di air terjun ini dilarang berenang, namun keindahannya kerap menyedot pengunjung untuk datang. Curug ini pun menjadi salah satu wisata favorit yang banyak diunggah di media sosial

Namun sayang, fasilitas yang tersedia di sini masih seadanya. Selama ini, air terjun eksotis ini masih berada di perkebunan milik warga dan untuk pengelolaan aset wisata ini sekarang sudah dilakukan pembebasan lahan oleh investor. Perkebunan warga yang masuk ke dalam kawasan Curug ini telah dibeli oleh pihak pengelola. Untuk lebih menarik pengunjung, pembendah demi pembenahan pun akan dilakukan pihak pengelola dalam beberapa bulan ke depan.

Pembenahan Fasilitas
Mansur salah satu pemilik kebun di sekitaran Curug Bugbrug dan sekaligus sebagai penjaga tiket, menuturkan bahwa tempat wisata tersebut sedang dalam tahap pengembangan. Pihak pengembang/investor sedang merencanakan pembangunan tempat wisata dan sudah dimulai dengan pemagaran menggunakan kawat berduri, pembuatan gerbang/pintu masuk, penyediaan toilet, dan saung untuk beristirahat.

“Upaya dari pihak investor untuk melakukan pengelolaan lahan dilakukan dengan cara membeli tanah perkebunan milik warga. Dan seluruh wilayah yang sudah dikelilingi pagar kawat sudah menjadi milik investor, kecuali tanah milik keluarga saya,” tutur Mansur saat diwawancara di lokasi, pada Sabtu (16/07/2016).

Pria yang bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi wisata ini menambahkan, bahwa pihak investor tidak memaksa untuk membeli lahan milik warga. Seperti milik keluarga Mansur yang memilih tidak menjual tanah milik keluarganya karena lahan tersebut merupakan aset keluarga.

“Saya tidak mau menjual lahan milik keluarga, walau pihak pengembang sudah menawarkan untuk membeli kebun milik keluarga saya. Karena ini adalah sumber penghasilan keluarga,” lanjut Mansur.

Akses Jalan
Rencananya, pihak pengelola akan melakukan pembenahan di sekitar lokasi air terjun. Pembenahan dilakukan termasuk akses jalan yang selama ini masih seadanya, juga akses masuk yang tidak nampak adanya penunjuk atau tanda adanya jalan masuk ke tempat wisata yang mulai trending di media sosial tersebut.

“Pihak investor rencanaya akan kembali melakukan pembenahan pada bulan Oktober tahun ini dan paling lambat juga dimulai akhir tahun,” pungkas Mansur.

Reporter: Dede Waluya
Editor: A. Wijaya