Newsticker

Ikatan Alumni ITB Kecam Penganiayaan Kepala Balai Tahura




Kepala Balai Pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Tahura Ir. H. Djuanda) Dago Pakar Bandung, Lianda Lubis,  mengalami penganiayaan oleh sekelompok orang yang mengakibatkan luka robek di bagian kepala, pada hari Rabu tanggal 1 Juni 2016, .

Penganiayaan tersebut terjadi di tengah acara sosialisasi yang dilaksanakan oleh Satpol PP Provinsi Jawa Barat. Sosialisasi yang dilakukan sebagai upaya dialog Pemerintah Provinsi Jabar berkaitan dengan rencana penertiban 5 (lima) buah kedai kafe yang melanggar berbagai aturan karena dibangun di atas lahan konservasi milik Tahura Djuanda.

Hal ini bukan saja melawan undang-undang dan sistem hukum yang berlaku, tapi tindakan kekerasan berupa anarkisme dan premanisme tersebut bisa diartikan sebagai tindakan melawan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan penataan taman hutan raya  yang dilakukan demi kepentingan masyarakat Bandung Raya dan para pengunjung secara luas.

Pihaknya juga menuntut Pemerintah Kabupaten Bandung, Pemerintah Provinsi, dan Kepolisian Daerah Jawa Barat beserta jajarannya, untuk segera mengusut tuntas peristiwa tersebut dan menangkap pelaku kekerasan yang terlibat langsung maupun tidak langsung dan memprosesnya secara hukum sesuai undang-undang yang berlaku.

Ketua IA ITB, Ridwan Djamaludin juga mengaharapkan untuk segera mengganti aparat pemerintahan yang tidak menjalankan kewajibannya sebagaimana mestinya. Serta Segera memimpin langsung penertiban di Tahura Ir. H. Djuanda. Memberikan perlindungan yang maksimal kepada para petugas pelaksana pembawa amanat pemerintah dan masyarakat dalam melakukan tugasnya.

Ikatan Alumni  ITB juga mendukung sepenuhnya langkah dan ketegasan sikap Kepala Balai Pengelolaan Tahura Ir. H. Djuanda, Lianda Lubis,  untuk tetap konsisten dan berintegritas dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya untuk membenahi Kawasan Tahura Ir. H. Djuanda sebagai salah satu kawasan hutan konservasi dan wisata kebanggaan Indonesia yang memiliki kekayaaan ekologi serta nilai sejarah yang sangat tingg.