Newsticker

Satpol PP Menertibkan PKL yang "Bedegong" Berjualan di Jln. Purnawarman




Walau sudah sering ditertibkan dan dibebenah, kawasan dekat Bandung Electronik Center (BEC) ini masih saja ditempati para PKL. Inilah yang kerap menjadikan para PKL dan Satpol PP kucing-kucingan. Seperti yang terjadi pada Selasa, 31 Mei 2016. Terlihat para pedagang PKL lari terbirit-birit saat mengetahui tim Satpol PP datang.

“Target operasi ini adalah menertibkan PKL yang bandel dan tidak menghiraukan larangan sesuai perintah dari Pemkot Bandung. Operasi kali ini, ada 3 pedagang yang kami angkut untuk diamankan dan rencananya akan dibawa ke kantor untuk mendapatkan pembinaan,” kata Kanit Satpol PP Kota Bandung, N Lesmana saat diwawancara di lokasi operasi penertiban.

Menurutnya pula, tujuan dilaksanakan operasi kali ini adalah untuk menertibkan PKL yang berjualan di sepanjang trotoar Jln. Purnawarman. Operasi seperti ini sudah dilakukan kurang lebih lima kali pengamanan PKL, tapi masih banyak pedagang yang bedegong alias membandel dan tidak mau ditertibkan. Sementara pada penertiban kali ini menurunkan 30 personel dari Satpol PP dan ditambah 15 personel Linmas kota Bandung.

Dipindah ke Parkiran Gramedia dan Braga Musik
Untuk mengatasi masalah PKL di Jln. Purnawarman, rencananya akan dievakuasi ke tempat parkir Gramedia dan Braga Musik. Pihak Satpol PP sudah memberikan imbauan untuk tidak berjualan di trotoar. Bahkan, sudah dilakukan operasi secara rutin setiap hari sesuai perintah dari Wali Kota Bandung.

“Sampai saat ini yang menjadi masalah adalah PKL aksesori handphone. Adapun untuk pedagang kuliner sudah bisa ditempatkan di parkiran sebelah Gramedia,” tutur Lesmana.

Selain di Jln. Purnawarman, penertiban juga dilakukan di Taman Cikapundung dan Jln. Dr. Ir. Sukarno. Untuk tim operasi dibagi jadi dua unit, unit satu bertugas di Jln. Purnawarman dan Jln. Dr. Ir Sukarno dan untuk unit dua ditugaskan untuk melaksanakan penertiban di Taman Cikapundung.

Butuh Biaya Mudik
Sementara perwakilan dari pihak PKL, Hari pria asal Medan, berpendapat bahwa pemindahan ke tempat tersebut kurang strategis karena kurang terjangkau oleh konsumen. Tapi kalaupun Pemkot memaksa memindahkannya seluruh PKL akan mengikuti aturan.

“Kami kurang setuju apabila dipindahkan ke parkiran Gramedia dan parkiran Braga Musik, karena susah dijangkau pembeli dan pastinya penghasilan akan menurun. Sementara sekarang ini akan menghadapi bulan Puasa dan Lebaran, kami butuh biaya lebih untuk mudik,” tutur Hari saat diwawancara di tempat menjajakan barang dagangannya yang berupa aksesori handphone.

Hari pun berharap agar tetap bisa berjualan di sekitar Jln. Purnawarman, karena menjadi PKL adalah satu-satunya yang bisa dia lakukan selama merantau ke Kota Bandung.