Newsticker

Ramah Lingkungan, Pemkot Bandung Pilih Gas untuk Bahan Bakar Kendaraan




Pemerintah Kota Bandung tampaknya benar-benar serius mengurangi pencemaran  udara di Kota Kembang. Setelah berencana mengurangi jumlah kendaraan di jalanan dengan rencana pembangunan beberapa kendaraan  pengangkut massal, seperti light rapid transit  (LRT), bus listrik, dan cable car, kini Pemkot Bandung akan  mengonversi penggunaan bahan bakar beberapa kendaraan dinas. Dalam hal  ini, pemkot  menggandeng Perusahaan Gas Negara (PGN)  untuk  mengganti bahan bakar kendaraan dari BBM ke gas.

Konversi Kendaraan Dinas dan Kendaraan Umum
Untuk mewujudkan hal ini, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengadakan pertemuan dengan Direktur Utama PT PGN, Hendi Prio  Santoso di Pendopo Kota Bandung, Jl. Dalem Kaum, Senin (16/5/2016).  Emil menyatakan,  setelah dari  kendaraan dinas di Pemkot  Bandung, nantinya konversi bahan bakar ke gas ini juga bisa diikuti kendaraan umum seperti taksi dan angkutan kota (angkot).

"Ini merupakan bagian untuk menyosialisasikan energi-energi baru di dalam kehidupan  kita. Tahap satu  (konversi  ini) di bidang transportasi," kata Emil.

Sementara menurut Direktur Utama  PT PGN, Hendi Prio Santoso, Kota Bandung mengikuti jejak Jakarta dalam  melakukan  konversi bahan bakar kendaraan dari BBM ke gas.Untuk mendukung hal ini, imbuh Hendi, pihaknya mempersiapkan mobile refuel unit (MRU).

Setelah kendaraan dinas di lingkungan Pemkot Bandung dan  angkutan-angkutan umum melakukan konversi dari bahan bakar fosil  ke gas, nantinya diharapkan masyarakat pun mau beralih  menggunakan gas sehingga bisa mengurangi penggunaan bahan bakar yang mengandung hidrokarbon, sehingga kondisi udara di Kota  Bandung  lebih bersih dan bebas polusi.

Selain dituding sebagai salah satu penyumbang terbesar dalam efek gas rumah  kaca, bahan bakar fosil juga  merupakan energi yang jumlahnyaterbatas dan tidak bisa diperbaharui, sehingga memerlukan energi alternatif sebagai penggantinya. Gas saat ini dianggap yang paling masuk akal untuk menggantikan peran BBM. Selain lebih ramah lingkungan, gas pun dianggap lebih irit sehingga ramah juga buat kantong.

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil juga  menyatakan, kerja samaPemkot Bandung dengan PG juga meliputi penyediaan ruang kreatif bagi  kaum muda Kota Bandung. Lantai dua gedung milik PGN di  Jl. Braga   akan dijadikan tempat ekshibisi dan pameran kreatif bagi anak-anak muda dalam menuangkan ide-idenya.