Newsticker

Bandung Tuan Rumah Peringatan Pidato Bung Karno




Setelah Ende (2013), Bengkulu (2014), dan Blitar (2015), tahun ini Kota Bandung yang kebagian ditunjuk untuk menjadi tuan rumah peringatan  Pidato Bung Karno tingkat  nasional dan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2016. Seiring dengan digelarnya peringatan Pidato Bung Karno, Pemkot Bandung pun rencananya akan  menyelenggarakan Bulan Bung Karno pada bulan keenam tahun ini.

Kepastian penunjukan Bandung sebagai tuan rumah acara ini diungkapkan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, di Pendopo Kota Bandung, Jl. Dalem Kaum, Bandung, Selasa (17/5/2016). "Dalam  acara  ini, insya  Allah, Pak Jokowi, kementerian, dan lembaga tinggi  negara akan hadir di Gedung Merdeka," ungkap Emil.

Bulan Bung Karno di Bandung
Menurut Emil, kegiatan ini akan dipusatkan di Gedung Merdeka dan Jl. Sukarno. Ia menyatakan penunjukan ini merupakan sebuah kehormatan. Oleh karena itu, Kota Bandung pun akan menggelar Bulan Bung Karno selama Juni 2016.

Dari Gedung Merdeka, imbuh alumnus ITB ini, nantinya peserta akan digiring ke bekas Penjara Banceuy untuk mengunjungi sel Bung Karno. Pihaknya pun menyiapkan acara yang bisah dihadiri masyarakat, seperti festival, seminar "Indonesia Menggugat", bedah  buku sang  founding father, parade, lomba puisi dan lomba kreativitas di sekolah, dan pergelaran wayang bertema Pancasila.

Menurut Emil, kegiatan ini untuk menambah pengetahuan sejarah bagi generasi muda mengenai pendiri bangsa ini. "Pokoknya mulai 1 Juni hingga selesai satu bulan, akan didedikasikan untuk Bung Karno dan Pancasila," kata Emil.

Disiapkan Spesial
Menurut orang nomor satu di Kota Bandung ini, pihaknya memang akan menyiapkan acara spesial dalam memperingati kharisma Bung Karno yang disebutnya memiliki kelengkapan dimensi. Sebagai kota intelektual  dan  kreativitas, imbuhnya, acara yang digelar pun akan terasa Bandung pisan. Dan, ia memastikan Bandung akan  memperingatinya  secara rutin, meski tidak lagi ditunjuk MPR menjadi tuan rumah.

Emil berharapperingatan Pidato Bung Karno ini bisa menginspirasi generasi muda untuk mengikuti kebesaran presiden pertama Republik Indonesia itu. "Dia pintar, berani, ganteng, puitis, dan seniman. Semua berkumpul dalam satu individu. Dia pun membebaskan  Indonesia," kata Emil. (AA)