Newsticker

Sinergi Adalah Kunci untuk Jawa Barat yang Lebih Baik




Lembaga Sosial Masyarakat (LSM), Gerakan Ganyang Mafia Hukum (GGMH) melaksanakan diskusi publik dalam rangka menyambut hari Kartini 2016,  dengan mengusung tema “Menuju Jabar yang lebih baik bagaimana caranya,"  yang dilaksanakan di Gedung Indonesia Menggugat Jln. Perintis Kemerdekaan Bandung, Rabu 20 April 2016.

Acara diskusi yang dilaksanakan di gedung bersejarah ini, dihadiri oleh ketua GGMH, Torkis Parlaungan Siregar,  Kabag Hukum dan HAM Kota Bandung, Arief Syaifudin,  Wakil Ketua Gerindra Jawa Barat Dody Suhadi, BNN Kota Bandung Zaenal Muksin,  Diskominfo Kota Bandung Syarif, Disdukcapil Kota Bandung Hickmat Mulyana, Dishub Kota Bandung Sudrajat dan tamu undangan lainnya.

“Berbicara bagaimana Jabar yang lebih baik memang topik yang sangat luas, dan  tidak mungkin bisa diselesaikan disini. Tapi paling tidak, ada kesamaan pemahaman dan menjadi persoalan bersama yang bisa kita bahas bersama dengan berdialog.” tutur Torkis

Pria bermarga Siregar ini menambahkan “Jabar lebih baik kalau diartikan dalam bahasa lain adalah, bagaimana program-program dan kebijakan pemerintah itu mampu menjawab persoalan kita bersama dan menjalankan tugas pemerintahan sesuai fungsinya masing-masing”.

Kemiskinan Masih Jadi Persoalan di Jawa Barat
Kabag Hukum dan HAM menyampaikan sambutan tertulis Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, yang berhalangan hadir karena masih melaksanakan tugas diluar kota. Dalam isi sambutan tertulisnya ,Wali Kota Bandung menyampaikan persoalan krusial yang dihadapi Jawa Barat.  Antara lain, kemiskinan serta  kehidupan sosial ekonomi masyarakat perkotaan, tingkat kemiskinan daerah perkotaan mencapai 4,43  Juta jiwa dan berubah menjadi 4,48 Juta jiwa pada Tahun 2015.

Kondisi ini disebabkan antara lain karena kesenjangan pertumbuhan, sehingga daerah perkotaan semakin dijejali penduduk. Begitu pula di daerah pedesaan, semakin kehilangan orang-orang yang  memiliki kompetensi dibidang pertanian dan peternakan yang berdampak terhadap rentanya ketahanan pangan.

Jika kondisi ini tidak segera diperbaiki maka konsep pembangunan yang merata dan berkeadilan akan semakin jauh dari yang diharapkan, bahkan cenderung melahiran apa yang disebut prustasi sosial.
Sedangkan pembangunan yang ideal adalah, bagaimana membangun berdasarkan konsep kemakmuran, keadilan dan demokrasi. Dimana pembangunan dan hasil-hasilnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa kecuali.

Mewujudkan Jabar lebih baik, tentu saja  harus direalisasikan melalui komitmen pemerintah Provinsi untuk mengangkat ke pemerintah Kabupaten, Kota dan masyarakat. Karena target-target dan realisasi pembangunan tidak bisa dijalankan secara sepihak hanya oleh pemerintah Provinsi.

Kata kunci Jabar yang lebih baik adalah, kerjasama secara pro aktif dan konduktif dengan pemerintah Kabupaten, Kota dan masyarakat baik yang di refresentasikan oleh lembaga instansi, tokoh LSM,  masyarakat dan Ormas. Kerjasama tersebut harus dibangun oleh rasa saling percaya, dengan menempatkan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi, golongan atau partai politik.

Di akhir sambutannya yang tertulis, Emil berharap dengan adanya diskusi publik yang diselenggarakan oleh panitia, bisa menginspirasi lahirnya pemimpin-pemimpin Jawa Barat yang lebih berkualitas.