Newsticker

Ridwan Kamil Resmikan Program Magrib Mengaji di Kota Bandung




Membaca Al Qur`an atau mengaji sejak dulu telah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Namun seiring berkembangnya zaman kegiatan mengaji ini sudah mulai ditinggalkan. Masjid-Masjid tampak terlihat kosong, tak ada lagi aktifitas pengajian. Umat kebanyakan  lebih asyik di depan televisi daripada mengaji.

Berkenaan hal tersebut, Walikota Bandung M Ridwan Kamil, Jumat 29 April 2016 meluncurkan Program Magrib Mengaji di Mesjid Al-Ukwah Jl. Wastu Kencana Bandung dengan menghadirkan aparat penerintah mulai dari Lurah, Camat dan jajaran SKPD se-Kota Bandung

Adapun elemen masyarakat yang hadir mulai dari TP PKK, RW, DKM, LPM, MUI, Karang Taruna, Peyuluh Agama serta elemen masyarakat lainya seperti  Kelompok Infirmasi Masyarakat (KIM) yang juga  mitra pemerintah dan kepanjangan tangan media informasi Diskominfo Kota Bandung.

Gerakan Program Maghrib Mengaji merupakan program Pemerintah Kota Bandung untuk membudayakan membaca Al Qur`an setelah shalat Maghrib di kalangan masyarakat. Adapun tujuan-tujuan dari diadakan  Program Magrib Mengaji ini adalah :

1.  Menghidupkan kembali tradisi membaca / mendaras Al Qur`an setiap selesai shalat Maghrib di
    seluruh pelosok dan masjid yang ada di Kita Bandung, sehingga dengan begitu diharapkan
    masyarakat dapat memanfaatkan waktu antara Maghrib dan Isya dengan efektif untuk beribadah
   kepada Allah dan memperdalam wawasan keagamaannya dan tidak menghabiskan waktunya untuk
    hal-hal yang kurang bermanfaat.
2. Menumbuhkan kesadaran di tengah-tengah masyarakat akan fungsi dan peranan Al Qur`an bagi
    kehidupan manusia sehingga Al Qur`an tetap dibaca dan dipelajari sekalipun telah tamat (khatam)
    dari Taman Pendidikan Al Qur`an.
3.  Meningkatkan minat dan kemampuan masyarakat dalam membaca Al Qur`an.
4.  Meminimalisir pengaruh negatif dari media elektronik.
5.  Mengimarahkan Masjid dengan gema ibadah.
6.  Meningkatkan kerjasama antara orang tua, masyarakat dengan unsur pendidikan dan pemerintah.


Pada kesempatan launching Magrib Mengaji ini, Emil sapaan dari Ridwan Kamil ini ditemani oleh anak bungsunya dan juga ibunda tercinta dari orang nomor satu di Kota Bandung ini.

Atalia dikabarkan sakit dan masih terbaring sehingga tidak dapat mendampinginya suaminya dalam kegiatan tersebut. Di dampingi Camilia Laetitia Azzahra, putri kesayangan emil ini bergantian membacakan surat Ar-Rahman sebagai simbolis gerakan magrib mengaji ini resmi dibuka.

"Saya titipkan urusan di sana pendidikan antikorupsi, antiterorisne, antinarkoba, anti-pergaulan bebas dengan bahasa bahasa yang mudah dimengerti. Bagi saya ini sangat penting, pas Magrib nggak boleh ada anak-anak yang keluyuran nggak jelas"tutur Emil

Sasaran utama dalam Progran Maghrib Mengaji ini adalah seluruh komponen masyarakat, terutama anak-anak. Diharapkam program Magrib Mengaji ini bukan sekadar mengajarkan baca Al-Quran saja, tapi juga pendidikan karakter bagi anak-anak.