Newsticker

Peringatan 61 Tahun KAA Digelar di Area Gedung Merdeka




​Dalam rangka mengenang peristiwa bersejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) yang ke-61 tahun, Museum KAA menggelar serangkaian acara. Event peringatan  KAA tahun ini digelar di sekitaran Jln. Asia Afrika dan Jln. Sukarno pada Minggu, 17 April 2016. Mengawali acara peringatan ini tamu undangan berjalan dari depan Hotel Savoy Homann menuju Gedung Merdeka. Rombongan kemudian disambut dengan Tari Merak dari Studio 93 Bandung kemudian dilaksanakan pengibaran 109 bendera Negara Asia dan Afrika oleh pasukan Paskibra Kota Bandung.

“Allhamdulillah pengibaran bendera berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala apapun” tutur Intan Adinda salah satu anggota Paskibra kota Bandung pada Seputar Bandung Raya, "kami berlatih selama satu minggu penuh sejak Senin kemarin. Saya merasa nervous karena karena baru sekarang menjadi petugas pengerek bendera. Biasanya saya hanya sebagai penengah (pembawa bendera) dan tampil di hadapan publik sekelas Asia,” kata siswi Kelas X SMAN 21 Bandung ini menambahkan,

Mewujudukan Perdamaian Dunia
Sementara sambutan laporan peringatan 61 Tahun KAA dibacakan oleh Kepala Museum KAA, Thomas Ardian Siregar. Ia mengatakana bahwa tujuan diadakannya peringatan 61 Tahun KAA ini untuk terus menggelorakan semangat Bandung, semangat kesetiakawanan, kesetaraan, kepedulian dan kerja sama, serta korelasi hidup berdampingan secara damai dalam rangka ikut memajukan perdamaian dunia.

Thomas menambahkan, setiap kali Museum KAA membuka pendftaran online utuk relawan KAA guna membantu pelaksanaan peringatan KAA. Pendaftaran selalu mendpatkan jumlah yang fantastis ,seperti yang dimana tahun ini saja lebih dari 300 relawan menyatakan kesediaan untuk membantu pelaksanaan peringatan KAA. Hal ini menunjukkan bahwa para remaja Indonesia yang sering dicap tidak memperhatikan nilai-nilai pembangunan bangsa ternyata tidak sepenuhnya benar.

Sambutan juga disampaiakan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa yang mewakili Gubernur Jawa Barat. Dalam sambutan Gubernur Jawa Barat yang dibacakannya, dinyatakan bahwa Generasi muda harus memiliki ide, pemikiran, dan gagasan pemikiran untuk memberikan percontohan dan meneruskan perjuangan pendahulu yang telah melaksanakan KAA sehingga Indonesia dikenal oleh mata dunia.