Informasi

Magrib Mengaji, Bukan Sekadar Pendalaman Ilmu Agama




Kota Bandung semakin sigap dalam mempersiapkan Program Magrib Mengaji. Program yang akan segera diluncurkan dalam waktu dekat ini diharapkan tidak hanya akan mengajari anak untuk mendalami ilmu agama tetapi juga pendidikan akhlak.

Hal tersebut disampaikan Walikota Bandung, Ridwan Kamil, dalam Rapat Pimpinan (Rapim) bersama seluruh pimpinan SKPD dan Aparatur Kewilayahan di Ruang Tengah Balaikota Bandung.

“Saya titip, komposisinya 80% mengaji, 20% pendidikan akhlak,” pesan orang nomor satu di Kota Bandung ini pada Kabag Kesra selaku penanggungjawab penyusunan kurikulum Magrib Mengaji.

Suami dari Atalia Praratya ini menambahkan, indikator keberhasilan program Magrib Mengaji ini adalah tidak ada anak-anak usia sekolah yang berada di luar pada waktu magrib. Perlu ada tindakan penegakan aturan pula khusus untuk program ini.

“Indikatornya hanya satu, Bapak Ibu, tidak ada anak-anak yang keluyuran selama satu jam itu, kita akan mencoba mengurangi hal-hal negatif dari lingkungan terdekat dulu,” tutur Pria yang menikahi si cinta pada  7 Desember 1996.

Kabag Kesra Kota Bandung, Tatang Muchtar, telah menyusun kurikulum sederhana yang akan diaplikasikan pada program ini. Terdapat tiga pelajaran utama dalam kurikulum Magrib Mengaji, yakni pelajaran baca tulis Al-Quran, hafalan surat-surat pendek, dan ceramah keagamaan.

Kurikulum ini dibuat sederhana berdasarkan masukan dari masyarakat supaya kedepannya dapat lebih dikembangkan oleh masyarakat sendiri.

“Banyak metodologi di masyarakat terkait dengan ini,” tutur Tatang.

Saat ini terdapat 2000 guru mengaji yang sudah terdaftar yang terdiri dari 1400 guru yang sudah mengajar dan 600 guru relawan. Tatang mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan UIN Sunan Gunung Djati dan MUI. Selain itu Program ini dipastikan siap diluncurkan dalam waktu dekat.