Newsticker

Dinary Craft, Local Brand Bandung Tembus Pasar Eropa




Dewasa ini, tas tidak hanya menjadi alat untuk membawa segala pelengkapan untuk melakukan kegiatan sehari-hari ataupun sebagai sarana belajar. Tas sudah menjadi bagian gaya hidup dan trend manusia modern saat ini. Tas selain dipakai sebagai alat membawa  sebagian perlengkapan ketika bepergian, sekarang ini tas telah menjadi sarana menunjukkan jatidiri pengguna tas itu sendiri.

Hal inilah yang memacu sebagian besar produsen tas untuk terus berinovasi dan membuat tas-tas yang sesuai dengan keinginan para penggunanya. Seperti yang dilakukan oleh salah satu local brand di Bandung bernama Dinary Craft.

Dinary Craft sendiri adalah produksi asli Bandung yang berdiri sejak Maret 2014.  Produk yang dihasilkan hingga saat ini berupa pesanan tas permintaan konsumen (made by order). Desain produk dapat mengikuti selera konsumen dengan senantiasa menjaga kualitas dan mutu produk

Dinary Craft sendiri, selama ini telah banyak memproduksi berbagai jenis produksi  tas wanita,  baik itu Tote Bag, Handbag, Backpack, Hobo bag, Clutch, Baby Bag dan produk tas lainnya. Dinary Craft salah satu UMKM dari Bandung tas yang menjaga kualitas barangnnya agar menjadi  kualitas  terbaik dan limited edition alias tidak pasaran karena produk tas yang dipesan sesuai dengan permintaan pelanggan.

Bahan Lokal
Untuk  kapasitas produksinya sendiri, Dinary Craft  mampu meproduksi 80-100 tas untuk setiap  bulannya. Bahan baku yang digunakan pun biasanya menggunakan bahan lokal dan juga bahan impor. Untuk bahan lokal, yang digunakan seperti bahan katun, kanvas, kulit sapi, kulit sintetis, dan kain natik. Adapun Untuk bahan import, Dinary Craft yang memiliki tempat Produksi di Jln. Cigadung, Bandung ini mengimpor Kain dari Jepang, yaitu Katun Jepang.

Harga-harga produk yang ditawarkan berkisar Rp.35.000 s.d. Rp 1.000.000 tergantung dari pemilihan bahan dan kerumitan proses produksi. Adapun untuk proses pengiriman, selama ini telah menjangkau hampir ke seluruh Indonesia seperti Jakarta, Bekasi, kota-kota di wilayah Jawa Barat, Jakarta  Jawa Timur,  serta ke daerah Jambi yang berada di wilayah Sumatra.

Dengan memakai jasa tiga orang pegawai, Dinary Craft  sendiri   telah   berhasil  menembus pasar internasional  terbukti  telah beberapa kali mengekspor produk tas ini ke wilayah Eropa tepatnya ke Negara Swedia dan Switzerland.

Pemasaran Offline dan Online
Untuk proses pemasaran, Alis Tiorini yang juga sebagai owner dari Dinary Craft ini menggunakan dua cara, yaitu dengan cara offline dan juga online. Untuk pasar offline  biasanya melakukan  kerja sama konsinyasi dengan toko Koloni 108 di Jl. Ciumbuleuit No.108, Bandung

Adapun untuk pasar online,  pemilik menggunakan sosial media yang biasanya memiliki  market yang  lebih luas dan tertarget. Untuk melihat ragam produk dan model yang telah diproduksi bisa dilihat di alamat Facebook atau Instagram resmi Dinary Craft yaitu: Facebook: dinarycraft dan Instagram : dinarycraft.

Akttivitas pemasaran lainnya yang akan dilakukan oleh Dinary Craft dalam waktu dekat di antaranya melalui acara-acara seperti :
- Inacraft 20-24 April 2016 di Jakarta Convention Center
- Seleksi 100 produk untuk Katalog Little Bandung yang diadakan oleh Dinas UMKM Kota Bandung

Bagi Anda yang penasaran dan ingin memiliki produk-produk dari Dinary Craft, bisa menghubungi nomor kotak yang disebutkan di halaman ini. Bisa juga melalui halaman Facebook dan  Instagram Dinary Craft. Atau, bisa datang langsung ke Workshop yang beralamat di Jl. Ligar Kencana Blok D-5 Bukit Ligar Kel. Cibeunying Kec. Cimenyan Bandung 40191

Untuk mengetahui info lebih lengkap lengkap mengenai produk made by order ini silakan hubungi Alis Tiorini :
Phone/WhatsApp/SMS: 081385571145
PIN BB: 7CE91D3D