Newsticker

Trotoar Jalan Purnawarman Kini Terlarang bagi PKL




Para pejalan kaki yang melintasi Jl. Purnawarman, Kota Bandung, kini bisa melangkahkan kaki dengan leluasa di jalan ini. Tidak ada lagi lapak-lapak dan gerobak pedagang kaki lima (PKL) yang menghalangi trotoar. Karena terhitung sejak Senin (14/3/2016), PKL resmi dilarang berjualan di trotoar jalan tersebut. Para PKL yang selama ini menyemut di Jl. Purnawarman kini direlokasi Pemerintah Kota Bandung ke tempat parkir outdoor Bandung Electronic Center (BEC).

Orang nomor satu di Kota Bandung, Ridwan Kamil didampingi Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial dan Muspida Kota Bandung, meresmikan relokasi para PKL Jl. Purnawarman, Senin (14/3/2016).  Menurut Emil, para PKL Purnawarman sebelumnya memang meminta lahan relokasi di luar ruangan, sehingga diputuskanlah mereka dipindahkan ke lahan parkir BEC. Selanjutnya, imbuh Emil, relokasi juga akan dilakukan terhadap PKL Dayang Sumbi dan PKL Cicadas.

Emil menegaskan tidak ada pungutan biaya kepada PKL selama menempati lahan parkir BEC, kecuali biaya untuk ketertiban, kebersihan, dan keindahan (K3). Ia pun meminta kepada karang taruna setempat untuk menata dan mendekorasi area baru PKL ini agar menarik dan keren, sehingga memancing pembeli untuk datang.
Wali Kota mengakui, semula ada penolakan dari PKL untuk direlokasi. Namun hal itu memang wajar karena sebelumnya mereka telah nyaman berjualan di trotoar Jl. Purnawarman.  Meski demikian, dengan solusi yang ditawarkan Pemerintah Kota Bandung, akhirnya 45 PKL Jl. Purnawarman yang terdiri dari 28 PKL kuliner dan 17 PKL aksesori ini bersedia untuk direlokasi.

Diharap Tidak Kembali ke Jalan
Setelah relokasi, Emil berharap para PKL tidak kembali ke jalan dan merampas hak para pejalan kaki. Ia menyatakan, setelah PKL pindah, trotoar Jl. Purnawarman akan dikembalikan fungsinya untuk para pejalan kaki.

Apalagi nantinya, dengan ditata sedemikian rupa dan dekorasi yang apik, ia yakin lokasi baru para PKL akan dibanjiri pembeli. Emil menyarankan PKL kuliner menambah meja seperti foodcourt untuk menampung para pelanggan. Lalu, ditambah dengan tenda-tenda dan fasilitas lainnya, seperti toilet. Untuk biaya penataan itu, Emil berjanji akan mencari bantuan.

Mengenai keinginan Wali Kota Bandung agar area relokasi eks PKL Jl. Purnawarman ditata dan didekorasi, Ketua Karang Taruna Kota Bandung, Fiki Satari menyatakan lebih dahuli akan membicarakan hal tersebut dengan para PKL. Ia sendiri menginginkan dekorasi itu nantinya berbeda dari foodcourt yang sudah ada. Walaupun sederhana, namun bisa membuat pembeli betah duduk berlama-lama dan ketagihan untuk datang lagi. Dengan penataan yang tepat, ia yakin sponsor nantinya akan datang sendiri untuk membiayai pena¬taan lokasi baru eks PKL Jl. Purnawarman.