Newsticker

Putri Astrid Josephine dari Belgia Kunjungi Bandung




Putri Astrid Josephine dari Kerajaan Belgia berkunjung ke Kota Bandung, Kamis (17/3/2016). Ia tiba di Balai Kota Bandung, Jl. Wastukancana,  sekitar  pukul 09.00 WIB dan disambut Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Dalam kunjungannya ini, sang putri ditemani  sejumlah  pejabat dari negerinya, antara  lain  Menteri  Luar Negeri Didier Reynders dan Menteri Tenaga Kerja, Ekonomi, Inovasi, dan Olahraga Phillipe Muyters.

Rombongan  dari  Belgia datang ke Kota  Bandung  untuk  melakukan kerja sama  dalam bidang smart city  dan  teknologi  komunikasi. Dalam kesempatan ini, dilakukan pendandatanganan letter of intent (LOI) antara Kota Bandung dengan Kota Namur, Belgia.

Walaupun wilayah Belgia tidak terlalu besar, namun negara penghasil  cokelat  terbaik  di dunia ini memiliki  peran  yang  sangat penting  dan strategis. Menurut Wali Kota Bandung, Ridwan  Kamil,  Belgia adalah pintunya Eropa. Di ibu kota Belgia, Brussel, terletak  markas besar Uni Eropa dan NATO.

Selain membawa 200 pengusaha Belgia untuk berinvestasi di Indonesia,  Putri Astrid pun membuka peluang pengusaha Indonesia  untuk mengadu peruntungan di sana. "Putri Astrid mengundang Bandung dan pengusahanya  semester  depan untuk  kemungkinan  membuka usaha. Karena neraca perdagangannya defisit, Belgia lebih banyak di sini ketimbang Indonesia di sana. Karena itu, kita akan ajak rombongan Kadin dan lainnya ke sana," kata Emil.

Menurut Emil, setelah dua hari di Kota Bandung, Putri Astrid akan meninggalkan Kota Bandung pada Jumat (18/3). Selain  dengan Kota Bandung, Kerajaan Belgia pun melakukan  kerja sama  dengan Provinsi Jawa Barat, melalui salah satu  wilayahnya, yakni  Wallonia.  Kerja  sama antar-kedua  wilayah  ini  ditandai dengan penandatanganan LOI oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar  dan Vice President of Wallonia Region, Jean-Claude Marcout, di Gedung Sate, Jl. Diponegoro, Kamis (17/3).  Penandatanganan tersebut disaksikan Putri Astrid.