Newsticker

Ciptakan Kawasan Tertib Lalu Lintas, Polsek Banjaran Gelar Operasi Pelanggaran




Baru-baru ini, muncul wacana untuk menjadikan wilayah Banjaran sebagai, kawasan tertib lalu lintas. Hal ini dipicu dengan masih minimnya kesadaran sebagian masyarat Kabupaten Bandung akan  pentingnya menggunakan helm dan menaati aturan sebagaimana mestinya.

Kawasan Banjaran dan  Majalaya adalah  wilayah  yang termasuk paling  banyak  melakukan pelanggaran. Tindak pelanggaran yang kerap dilakukan seperti tidak menggunakan helm  dan tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM). Bahkan, ada juga pengendara yang belum memiliki SIM. Adapun, untuk meminimalisir  banyaknya pelanggaran, pihak Polsek Banjaran gencar melakukan operasi, seperti Operasi Simpati dan Pperasi Tindak. Cara lain yang dilakukan Polsek Banjaran sebagai tindak preventif dengan sosialisai program kawasan tertib lalu lintas.  Sosialisasi biasa bekerja sama dengan pihak kecamatan, desa, RW, RT, hingga ke sekolah-sekolah.

Pelajar Pengguna Kendaraan Bermotor
Untuk pelanggaran sendiri, di wilayah Banjaran mempunyai catatan bahwa tak sedikit pelajar kerap  terjaring razia. baik dalam Pperasi Simpati ataupun Operasi Tindak.  Pihak kepolisian menghimbau  agar para orang tua tidak memberikan anak-anaknya fasilitas kendaraan jika anak tersebut belum  memiliki SIM. Alasan klasik, orangtua memberikan kendaraan pada anaknya untuk menghemat biaya. Hal ini karena  transportasi menggunakan angkot terbilang cukup mahal, Maka, memberikan anak kendaraan (motor) untuk digunakan berangkat ke sekolahnya menjadi solusi para orang tua.

Menurut pihak Polsek Banjaran, biar bagaimanpun tindakan memanjakan anak dengan segala fasilitas sebelum waktunya  adalah hal yang belum tentu dapat dibenarkan. Orang tua harusnya jadi   figur utama   yang, menerapkan  kepada anak tentang   pentingnya   disiplin   dan   taat   pada aturan   yang  ada. Jangan sampai, anak jika telah dewasa nanti menjadi pribadi yang kurang menghargai hukum dan segala bentuk peraturan yang ada. Karena sudah terbiasa melanggar aturan kebiasaan ini terbawa hingga dewasa. Padahal, aturan yanga da dibuat untuk keselamatan diri sendiri.