Newsticker

Ridwan Kamil Umumkan Keputusan Ikut-Tidak dalam Pilgub, Senin (29/2/2016)




Setelah sekian lama lebih banyak menghindar bila disinggung mengenai kemungkinannya ikut serta sebagai kontestan dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan akan mengumumkan keputusannya Senin (29/2/2016). Hal itu dikatakan Emil di Balai Kota Bandung, Jl. Wastukancana, Jumat (26/2/2016).

Bila selama ini Emil dianggap bungkam, itu karena pria jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini lebih banyak berdialog dan meminta pertimbangan dari berbagai pihak. Seperti yang dilakukannya pada Kamis (24/2/2016), Emil bertemu dengan sejumlah tokoh untuk mendengar aspirasi mereka.

Selain kepada para tokoh, Emil pun meminta pendapat warga mengenai kemungkinannya ikut dalam pemilihan gubernur di Ibu Kota. Ternyata, sebagian besar warga tidak menginginkan Emil pergi. Mereka meminta Emil jangan dulu pergi sebelum pekerjaannya di Kota Bandung tuntas. Menurut Emil, jumlah warga Kota Bandung yang tidak menginginkannya pergi mencapai 90 persen.  

Mendengarkan Keluarga
Dan, tempat ketiga Emil meminta pendapat tentu saja adalah keluarganya tercinta. Dan ternyata, anak perempuannya menolak keras bila sang ayah hendak pindah ke Jakarta. Sebagai ayah yang baik, Emil tentu memprioritaskan pendapat keluarganya. Apalagi, merekalah nantinya yang akan merasakan keputusannya saat ini.

Oleh karena itu, Emil mengkhususkan akhir pekan ini sebagai hari untuk keluarganya. Ia akan mendengarkan semua pendapat dan keinginan mereka kepadanya. Pendapat istrinya, anak-anaknya, dan ibunya, ia serap dan ia cerna.  Apabila anak bungsunya dengan tegas menolak ia ikut dalam pemilihan gubernur di Jakarta, maka sang istri menyerahkan keputusan itu kepadanya dan akan menerima¬nya.

Dan setelah mendengarkan suara dari berbagai pihak, Emil berjanji Senin (29/2/2016) pagi, ia akan mengungkapkan keputusannya kepada publik. Hari Senin, dianggapnya sebagai waktu yang tepat mengu
mumkan kebuatan tekadnya, setelah berdialog dengan intensif dengan keluarga.

Pertimbangan Matang
Emil mengungkapkan, selama beberapa bulan ia memang harus menyerap aspirasi semua pihak mengenai langkahnya ke depan. Ia tak ingin mengambil keputusan besar secara terburu-buru tanpa pertimbangan yang matang. Tergesa-gesa, imbuhnya, bukanlah sifatnya. Karena itu, ia berusaha meminta pendapat dari semua orang. Dan, karena ia harus mendengarkan aspirasi dari banyak pihak, waktu yang dibutuhkan pun cukup lama. Meski demikian, ia akan menentukan sikap, sekaligus menjawab nasib pencalonan dirinya oleh Partai Gerindra.

Mengenai pendapat para tokoh nasional dan lokal yang ia mintai pendapat, Emil menyatakan pendapat kalangan ini terbelah; ada yang mendukung, ada juga yang tidak.  Emil pun menyentil pihak-pihak yang sangat menginginkannya berangkat ke Jakarta. Bukan karena mereka mendukung dan ingin dirinya memiliki karier cemerlang, mereka justru hendak menjerumuskan dirinya dan berharap ia hengkang ke Ibu Kota.

Menurutnya, selama ini mereka merupakan oposisi baginya dan kerap melontarkan kritik atas kebijakannya. Namun begitu mendengar ia akan dicalonkan dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat,  mereka seolah-olah mendukung kepergiannya ke Jakarta, padahal hendak menjerumuskan. Yang pasti, Emil akan mengumumkan keputusannya Senin nanti.