Newsticker

Bupati Minta Pengelola Menjaga Wisata Maribaya




Semua stake holder dan masyarakat harus membangun community development untuk menangani Sungai Cikapundung beserta anak-anak sungainya, dari hulu hingga hilir, agar pencemaran dapat dikendalikan. Demikian dikatakan Bupati Bandung Barat, Abubakar saat Grand Opening Maribaya Natural Hot Spring Resort, Rabu (23/12/2015).

Menurut Abubakar, masalah utama Sungai Cikapundung adalah limbah kotoran sapi dari peternakan di bagian hulu. Ia tidak memungkiri, peternak menjadikan salah satu aliran anak Sungai Cikapundung sebagai tempat pembuangan kotoran ternaknya hingga terbawa hanyut dan masuk ke objek wisata yang dapat membuat pengunjung tidak betah.

Pesan tersebut juga diungkapkan Abubakar kepada pengelola Maribaya Natural Hot Spring Resort, PT Akurasi Kuat Mega Indonesia. Selain itu, orang nomor satu di Bandung Barat ini meminta pengelola Maribaya memelihara lingkungan alam agar objek wisata yang pernah menjadi favorit pengunjung ini bisa kembali bergeliat. Menurutnya, meskipun namanya berubah menjadi Maribaya Natural Hot Spring Resort, daya tarik Maribaya tetap berada pada keadaan alamnya.

Sebagai objek wisata yang menjual sumber air panas, sungai harus bersih agar pengunjung betah dan kembali menjadikan Maribaya sebagai destinasi utama dalam daftar kunjungan. Karena itu, ia mewanti-wanti pengelola, pemerintahan desa, dan kecamatan memberikan bimbingan dalam penataan lingkungan.

"Kalau lingkungan terpelihara dan sungai bersih, kejayaan Maribaya yang pernah menjadi legenda di masa lalu akan kembali, sehingga pada gilirannya wisatawan akan berdatangan untuk menikmati panorama dan menghirup kesegaran alamnya," demikian ungkap Bupati Bandung Barat tersebut.

Ia pun menyampaikan andalan Maribaya sejak dulu, adalah keindahan alam, air panas,  dan air terjunnya yang jernih. Itulah yang membuat wisatawan rela bersusah payah menempuh jarak yang jauh.

Bupati berpesan kepada  PT Akurasi Kuat Mega Indonesia untuk mematuhi aturan mengenai lingkungan hidup. Apalagi Lembang merupakan kawasan yang harus dijaga karena merupakan Kawasan Bandung Utara (KBU) yang selama ini merupakan daerah resapan air. PT Akurasi Kuat Mega Indonesia pun diharapkan tidak pernah lelah untuk mencoba menyadarkan masyarakat agar tidak membuang limbah ke sungai dan menjaga kelestarian alam secara keseluruhan agar generasi mendatang juga bisa menikmati anugerah Tuhan yang begitu memesona ini.